Pemkab Bone Bolango
Pemkab Bone Bolango Gorontalo Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Bengkel di Pelita Jaya
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Y Babyonggo, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BPBD-Kabupaten-Bone-Bolango-saat-memberikan-bantuan-logistik.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Gorontalo, melalui BPBD menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran bengkel di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Bone Raya, Senin (30/3/2026).
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang, antara lain: beras 2 sak, ikan kaleng 10 kaleng, mi instan 1 karton, gula pasir 4 kilogram, kecap 4 botol, kopi 4 bungkus, minyak goreng 2 sak, teh celup 4 dus, serta air mineral 5 karton.
Selain bahan makanan, bantuan juga berupa perlengkapan lain seperti 4 lembar selimut dan 2 unit kasur lipat. Untuk mendukung pemulihan usaha korban, BPBD turut menyalurkan peralatan bengkel berupa 1 unit mesin gerinda, 1 set metal tool box, 1 buah cok rol, 1 set obeng toki, serta 1 set automotive tool set. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp888.800.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Y Babyonggo, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah.
“Penyaluran bantuan logistik dasar ini kami lakukan untuk meringankan beban korban, baik kebutuhan pokok sehari-hari maupun perlengkapan lain seperti peralatan bengkel, selimut, dan perlengkapan kebersihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu korban memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi langkah awal dalam pemulihan pascakebakaran.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang kerap disebabkan oleh kelalaian.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebab kebakaran, terutama yang berasal dari kelalaian manusia seperti kompor yang ditinggalkan, instalasi listrik yang tidak standar, hingga penggunaan lilin atau lampu botol saat terjadi pemadaman listrik,” jelasnya.
Menurutnya, faktor-faktor tersebut sering kali menjadi pemicu utama kebakaran di lingkungan permukiman, khususnya pada kawasan dengan jarak antarbangunan yang cukup dekat.
Kebakaran di Desa Pelita Jaya sebelumnya menghanguskan satu unit bengkel milik warga. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 05.19 Wita.
Api pertama kali diketahui warga muncul dari bagian belakang bangunan dan dengan cepat membesar. Saat kejadian, bangunan dalam kondisi kosong karena pemilik sedang berada di luar daerah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman manual sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan beberapa jam kemudian bersama aparat setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi bengkel hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Pemerintah daerah berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban korban sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari. (***)