Pemkab Bone Bolango
Banyak Sekolah Tak Layak, Bone Bolango Usulkan 50 Sekolah Direvitalisasi pada 2026
Dorongan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone Bolango tahun 2026 diarahkan kuat pada pembenahan infrastruktur sekolah.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SEKOLAH-RUSAK-Tampak-dari-luar-ruang-kelas-di-SMP-Negeri-1-Tilango.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bone Bolango mengusulkan 50 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun 2026 guna meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan.
- Namun, realisasi program masih bergantung pada anggaran pusat sehingga diperkirakan hanya sebagian yang dapat terakomodasi.
- Selain itu, pemerintah juga menjalankan berbagai program pendidikan lain, termasuk penguatan SPM, pelestarian budaya, hingga sekolah ramah lingkungan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Dorongan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone Bolango tahun 2026 diarahkan kuat pada pembenahan infrastruktur sekolah.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan mengusulkan sedikitnya 50 satuan pendidikan untuk masuk dalam program revitalisasi tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango Basir Noho menyebut angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025, program revitalisasi hanya mencakup 12 sekolah yang terdiri dari 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP.
“Kalau tahun kemarin kita ada 12 sekolah, terdiri dari 6 SD, 3 TK, dan 3 SMP yang masuk program revitalisasi. Tahun ini kita ajukan 50 sekolah dan mudah-mudahan bisa terakomodir,” ujar Basir Noho saat diwawancarai, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah usulan tidak lepas dari masih banyaknya kondisi bangunan sekolah yang memerlukan perhatian, terutama yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Meski begitu, ia mengakui bahwa realisasi program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat.
Tidak semua usulan dipastikan dapat langsung direalisasikan pada tahun berjalan.
“Paling tidak 50 persen dari jumlah itu bisa teralokasikan. Karena memang ada keterbatasan penganggaran di pusat, sehingga sisanya akan kita siapkan kembali dari sisi data untuk diajukan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Baca juga: ASN Tak Disiplin, Bupati Bone Bolango Gorontalo Ancam Potong TPP
Ia menambahkan, proses pengajuan revitalisasi tidak hanya sekadar memasukkan daftar sekolah, tetapi juga harus didukung kelengkapan administrasi serta validasi data yang akurat agar prioritas benar-benar tepat sasaran.
Lebih jauh, Basir menekankan bahwa pembenahan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kalau infrastrukturnya baik, tentu proses belajar mengajar juga bisa lebih maksimal. Ini yang terus kita dorong,” katanya.
Selain fokus pada perbaikan fisik sekolah, Dinas Pendidikan Bone Bolango juga menjalankan berbagai program lain sepanjang 2026.
Salah satunya adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan kesetaraan.