Pemkab Bone Bolango
Bupati Bone Bolango Gorontalo Ismet Mile Cerita Kesulitan Masa Kecil, tanpa Hajatan Tak Makan
Isme Mile, Bupati Bone Bolango, Gorontalo, bagikan kisah masa kecilnya saat diundang pada acara bedah buku, Rabu (3/11/2025).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BUPATI-Ismet-MIle-saat-bedah-buku.jpg)
Dari proses tersebut, 40 sarjana termasuk Ismet akhirnya diangkat sebagai PNS pada tahun 1975. Momentum itu membuka jalan panjang kariernya dalam birokrasi.
Karier Ismet terus meningkat. Ia pernah menjabat Direktur Utama Perusahaan Daerah Sulawesi Utara hingga Kepala Dinas Bappeda.
“Padahal di sana, syarat tidak tertulis untuk naik jabatan itu tiga. Saya tidak memenuhi semua itu, tapi saya dipercaya,” ujarnya.
Sekembalinya ke Gorontalo, Ismet terpilih sebagai Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo mendampingi Ahmad Pakaya.
Berbagai dinamika pemerintahan ia hadapi hingga akhirnya memunculkan panggilan perjuangan yang lebih besar, pemekaran wilayah.
Ismet mengenang proses pemekaran Bone Bolango sebagai pekerjaan penuh risiko.
Penilaian awal DPOD hanya memberikan skor 423, jauh dari syarat minimum 500.
“Saya pulang dan rombak proposal bersama Sekda. Tidak ada yang berani tanda tangan karena takut masuk penjara. Akhirnya saya tanda tangan sendiri,” tuturnya.
Ia memimpin langsung presentasi di DPR RI dan melakukan berbagai lobi hingga akhirnya Bone Bolango disahkan sebagai daerah otonom bersama Kabupaten Pohuwato.
Proses itu tidak berjalan mulus. Ismet menyebut dirinya beberapa kali mengalami penghadangan saat turun ke lapangan. Namun tekadnya tidak surut.
Bone Bolango yang awalnya hanya memiliki 40 desa berkembang menjadi 160 desa, ditambah 5 kelurahan dan 18 kecamatan pada masa kepemimpinannya.
Dalam kebijakan pembangunan, ia dikenal dengan program distribusi sapi untuk pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mengakui hubungan baik dengan pemerintah pusat membuat daerahnya sering mendapat anggaran besar.
“Saya berikan 5.500 sapi, betina dan jantan. Itu untuk rakyat yang tidak punya pencaharian. Setiap tahun saya dapat minimal 200 miliar dari kementerian. Itu untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Baca juga: Kronologi Lengkap 4 Siswa di Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakasek
Menutup kisahnya, Ismet menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidupnya adalah bentuk pengabdian.
“Dari empat jabatan yang saya emban yakni pembantu bupati, Wakil Bupati Gorontalo, pejabat bupati Bone Bolango, dan Bupati dua periode, semuanya adalah amanah yang saya jalankan dengan tulus,” tandasnya.