Universitas Negeri Gorontalo
UNG Gorontalo Targetkan Peringkat Internasional, Civitas Akademika Diminta Berkontribusi Optimal
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk menembus pemeringkatan internasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEDUNG-REKTORAT-Potret-gedung-rektorat-Universitas-Negeri-Gorontalo-UNG-Selasa-1022025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk menembus pemeringkatan internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan reputasi kampus.
Target besar ini menuntut kontribusi optimal dari seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Sebagai langkah konkret, UNG menggelar Workshop on Global University Rankings System 2025 pada Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyatukan pemahaman seluruh elemen kampus mengenai pentingnya pemeringkatan global dan bagaimana setiap komponen berperan dalam memenuhi indikator penilaian.
Workshop menghadirkan narasumber dari organisasi Clicq Education, yang memberikan penjelasan mendalam terkait standar dan kriteria yang digunakan lembaga pemeringkatan dunia.
Dengan demikian, civitas akademika diharapkan memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung strategi internasionalisasi UNG.
Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Siswi Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah
Wakil Rektor Bidang Akademik, Abdul Hafidz Olii, menegaskan bahwa masuk dalam pemeringkatan internasional bukan sekadar ambisi, melainkan langkah strategis untuk mengonversi capaian prestasi UNG ke dalam pengakuan global.
Menurutnya, reputasi yang telah diraih kampus harus ditransformasikan menjadi posisi terukur dalam sistem pemeringkatan dunia.
“Dengan pencapaian yang ada saat ini, UNG harus berani melangkah ke level internasional. Pemeringkatan global adalah cara untuk menunjukkan bahwa mutu akademik kita diakui secara luas,” ujar Hafidz dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberhasilan UNG dalam pemeringkatan internasional akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi lembaga, tetapi juga bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
Karena itu, komitmen, konsistensi, serta semangat kolaborasi seluruh civitas akademika menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut. (*)