Selasa, 17 Maret 2026

Pemkab Bone Bolango

Bupati Bone Bolango Gorontalo Ismet Mile Cerita Kesulitan Masa Kecil, tanpa Hajatan Tak Makan

Isme Mile, Bupati Bone Bolango, Gorontalo, bagikan kisah masa kecilnya saat diundang pada acara bedah buku, Rabu (3/11/2025).

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bupati Bone Bolango Gorontalo Ismet Mile Cerita Kesulitan Masa Kecil, tanpa Hajatan Tak Makan
Pemerintah/humas
BUPATI -- Momen Ismet Mile, Bupati Bone Bolango, Gorontalo, bagikan kisah hidupnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Isme Mile, Bupati Bone Bolango, Gorontalo, bagikan kisah masa kecilnya saat diundang pada acara bedah buku, Rabu (3/11/2025).

Buku berjudul “Ismet Mile Panglima Pemekaran dan Si Gembala Sapi” itu dibedah di gedung BPU Kabila, siang tadi. 

Dalam forum itu, ratusan peserta Festival Literasi Bone Bolango 2025 menyimak langsung cerita perjalanan panjang Ismet yang penuh kerja keras dan perjuangan.

Di hadapan peserta, Ismet membuka kisah masa kecilnya.

Dia tumbuh sebagai anak imam dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. 

Baca juga: Terkini! Gempa Bumi Terjadi di Barat Indonesia Kamis Sore 4 Desember 2025, Cek Info Lengkap BMKG

“Kalau tidak ada undangan hajatan, keluarga saya tidak makan. Kami hidup dari sedekah,” ungkapnya.

Masa kecil Ismet dijalani dengan keterbatasan. Ia jebolan Sekolah Rakyat Negeri Tamalate dan harus berjalan kaki hampir tiga kilometer dari rumahnya di Dembe, Kota Gorontalo. 

Kebiasaan itu berlanjut hingga SMP dan di SMA Kabila Kabupaten Bone Bolango, Ia tidak pernah mengeluh, meski biaya sekolah sering tidak ada dan makan pun kerap sulit.

Untuk membantu kebutuhan keluarga, setiap sore ia bekerja mencangkul sawah selama sekitar lima tahun. 

“Belum ada alsintan dulu. Semua pakai pacul atau bajak dengan sapi,” kenangnya.

Perjalanan hidupnya berubah ketika ia melanjutkan kuliah di Universitas Sam Ratulangi Manado. 

Di kampus, Ismet aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi Ketua Senat Fakultas dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa Unsrat. 

Dari lingkungan itulah ia bersentuhan dengan banyak tokoh muda yang kemudian menjadi kepala daerah di berbagai wilayah.

Pada masa itu, aksi-aksi demonstrasi menjadi bagian dari aktivitasnya. 

Dia dan rekan-rekannya kerap menyampaikan aspirasi kepada Gubernur H.V. Worang. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Siswi Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakil Kepala Sekolah

Dari proses tersebut, 40 sarjana termasuk Ismet akhirnya diangkat sebagai PNS pada tahun 1975. Momentum itu membuka jalan panjang kariernya dalam birokrasi.

Karier Ismet terus meningkat. Ia pernah menjabat Direktur Utama Perusahaan Daerah Sulawesi Utara hingga Kepala Dinas Bappeda. 

“Padahal di sana, syarat tidak tertulis untuk naik jabatan itu tiga. Saya tidak memenuhi semua itu, tapi saya dipercaya,” ujarnya.

Sekembalinya ke Gorontalo, Ismet terpilih sebagai Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo mendampingi Ahmad Pakaya.

Berbagai dinamika pemerintahan ia hadapi hingga akhirnya memunculkan panggilan perjuangan yang lebih besar, pemekaran wilayah.

Ismet mengenang proses pemekaran Bone Bolango sebagai pekerjaan penuh risiko. 

Penilaian awal DPOD hanya memberikan skor 423, jauh dari syarat minimum 500.

“Saya pulang dan rombak proposal bersama Sekda. Tidak ada yang berani tanda tangan karena takut masuk penjara. Akhirnya saya tanda tangan sendiri,” tuturnya.

Ia memimpin langsung presentasi di DPR RI dan melakukan berbagai lobi hingga akhirnya Bone Bolango disahkan sebagai daerah otonom bersama Kabupaten Pohuwato.

Proses itu tidak berjalan mulus. Ismet menyebut dirinya beberapa kali mengalami penghadangan saat turun ke lapangan. Namun tekadnya tidak surut.

Bone Bolango yang awalnya hanya memiliki 40 desa berkembang menjadi 160 desa, ditambah 5 kelurahan dan 18 kecamatan pada masa kepemimpinannya.

Dalam kebijakan pembangunan, ia dikenal dengan program distribusi sapi untuk pemberdayaan masyarakat. 

Ia juga mengakui hubungan baik dengan pemerintah pusat membuat daerahnya sering mendapat anggaran besar. 

“Saya berikan 5.500 sapi, betina dan jantan. Itu untuk rakyat yang tidak punya pencaharian. Setiap tahun saya dapat minimal 200 miliar dari kementerian. Itu untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Lengkap 4 Siswa di Gorontalo Diduga Dilecehkan Wakasek

Menutup kisahnya, Ismet menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidupnya adalah bentuk pengabdian. 

“Dari empat jabatan yang saya emban yakni pembantu bupati, Wakil Bupati Gorontalo, pejabat bupati Bone Bolango, dan Bupati dua periode, semuanya adalah amanah yang saya jalankan dengan tulus,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved