Operasi Zebra Gorontalo
Pengendara Bermuatan Jerami Dihentikan Polisi saat Operasi Zebra Gorontalo
Bentor tersebut terlihat membawa tumpukan jerami menjulang tinggi hingga melebihi atap kendaraan. Muatan memenuhi hampir seluruh bagian belakang
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengendara-bermuatan-jerami-dihentikan-oleh-petugas-Satlantas-Polresta-Bone-Bolango.jpg)
Melalui Operasi Zebra Otanaha, polisi berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat meningkat, terutama terkait keselamatan. Reza menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang yang sama-sama menggunakan jalan.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi menganggap enteng pelanggaran seperti muatan berlebih maupun kelengkapan berkendara.
Penindakan terhadap bentor pembawa jerami itu menjadi salah satu contoh pelanggaran yang masih sering ditemui di Bone Bolango.
Praktik mengangkut muatan berlebih menggunakan kendaraan kecil, termasuk bentor, masih ditemukan di beberapa titik. Petugas menegaskan bahwa setiap pengemudi wajib memastikan kendaraannya aman sebelum berangkat agar tidak membahayakan diri atau orang lain di jalan.
Operasi Zebra Otanaha sendiri masih akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Aparat menekankan bahwa setiap pelanggaran memiliki risiko, terutama ketika berkaitan dengan keamanan berkendara.
Dengan intensitas pengawasan yang lebih ketat, mereka berharap tingkat kecelakaan dapat ditekan dan perilaku disiplin di jalan semakin meningkat di wilayah Bone Bolango dan sekitarnya.
Perlu diketahui, Operasi Zebra Otanaha telah berlangsung sejak 17 hingga 30 November 2025 dan dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)