Gorontalo Hari Ini
Gara-Gara Rekam Oknum Debt Collector, Pengemudi Bentor Gorontalo Dianiaya hingga Lapor Polisi
Fajri Wangkanusa (34), warga Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, menjadi korban penganiayaan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Fajri Wangkanusa, pengemudi bentor asal Tilamuta, Boalemo, mengalami penganiayaan
- Ia sempat merekam aksi penarikan paksa motor oleh sekelompok debt collector di Jembatan Soeharto
- Fajri telah membuat laporan ke Polres Boalemo, namun dua hari setelahnya belum ada penangkapan
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta – Fajri Wangkanusa (34), warga Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, menjadi korban penganiayaan.
Peristiwa ini terjadi setelah Fajri merekam aksi penarikan paksa sepeda motor oleh sekelompok debt collector (DC) di sekitar Jembatan Soeharto, Boalemo, pada Senin (3/11/2025).
Saat itu, Fajri sedang menunggu penumpang di lokasi kejadian. Sang pengemudi becak motor (bentor) ini melihat sejumlah debt collector tengah menarik sepeda motor secara paksa.
Tanpa pikir panjang, Fajri lantas merekam kejadian tersebut menggunakan gawai (handphone) miliknya.
“Baru sempat saya video, mereka langsung keberatan,” ujar Fajri saat menceritakan kronologi kejadian kepada TribunGorontalo.com, Rabu (5/11/2025).
Fajri mengaku tidak mengenali pemilik sepeda motor yang ditarik debt collector. Namun, ia terdorong untuk merekam karena sudah beberapa kali menyaksikan kejadian serupa di wilayah Tilamuta.
Baca juga: Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu
“Bukan baru kali ini saya rekam. Sudah beberapa kali, ini yang ketiga,” katanya.
Menurut Fajri, aksi para debt collector tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.
“Saya melakukan itu karena mereka para DC sudah sangat meresahkan warga Tilamuta,” tuturnya.
Namun, keberaniannya hari itu berujung pada kekerasan.
Ia didatangi oleh empat orang dari kelompok debt collector, dan dua di antaranya langsung mendorongnya.
Akibat serangan itu, pelipisnya mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah.
Meski saat kejadian ia tidak sendirian—ada dua rekan sesama pengemudi bentor di lokasi—namun mereka tidak bisa berbuat banyak.
Ironisnya, setelah insiden tersebut, para debt collector justru menyuruh Fajri untuk melapor ke polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fajri-Wangkanusa-saat-melapor-ke-Polres-Boalemo.jpg)