Rabu, 4 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu

Moh Andi Indalan alias Andi (46) dikeroyok oleh debt collector leasing di Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
NASABAH DIKEROYOK DEBT COLLECTOR - Moh Andi Indalan saat melapor ke SPKT Polresta Gorontalo Kota, Selasa (25/3/2025). Andi menjadi korban pengeroyokan pihak debt collector leasing. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Moh Andi Indalan alias Andi (46) dikeroyok oleh debt collector leasing di Kota Gorontalo.

Andi diketahui merupakan warga asal Pagimana, Sulawesi Tengah.

Ia telah tinggal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo sekitar 11 tahun lamanya. 

Menurut keterangannya, Andi mengambil sepeda motor Honda BeAT di Pagimana.

Ia mengaku telah melunasi semua tenor ke pihak leasing.

Namun sepeda motor Andi justru dianggap masih menunggak. Padahal ia sering menyetorkan uang kepada keluarganya di kampung.

Kronologi

Insiden bermula ketika Andi bersama iparnya, Iwan Pakaya (45), dalam perjalanan pulang usai berbelanja perlengkapan air dap, Senin (24/3/2025) sore Wita.

Saat melintas di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Andi tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat motor.

"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Andi saat itu tidak melakukan perlawanan. Ia mengikuti pria yang mengaku debt collector itu ke kantor Mandala Multifinance.

Setibanya di sana, Andi langsung dibawa ke lantai dua dan diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.

Namun, Andi menegaskan bahwa seluruh cicilan motornya telah lunas selama 36 bulan. 

Bahkan, ia mengaku sudah mengambil BPKB kendaraan sebagai bukti pelunasan.

Karena merasa dituduh secara sepihak, Andi memutuskan turun ke lantai bawah untuk mengambil BPKB dan mencoba menyalakan motornya.

Saat itulah, situasi memanas. Seorang debt collector merampas kunci motornya secara paksa. Andi dan debt collector sempat berdebat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved