Senin, 9 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu

Moh Andi Indalan alias Andi (46) dikeroyok oleh debt collector leasing di Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
NASABAH DIKEROYOK DEBT COLLECTOR - Moh Andi Indalan saat melapor ke SPKT Polresta Gorontalo Kota, Selasa (25/3/2025). Andi menjadi korban pengeroyokan pihak debt collector leasing. 

Cekcok itu akhirnya berujung pada pengeroyokan. Andi mengaku dipukul bertubi-tubi oleh tujuh orang menggunakan kayu dan batu di depan kantor Mandala.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," bebernya.

Iwan Pakaya, saksi mata sekaligus ipar korban, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut bahwa debt collector bahkan menggunakan helm untuk memukul Andi.

"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkap Iwan.

Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Debt Collector di Kota Gorontalo Keroyok Nasabah, Motor Ditarik Paksa

Andi didatangi aparat

DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang).
DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan saat menuju ke Klinik Pratama Polresta Gorontalo untuk dilakukan visum, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh tujuh debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Setelah insiden pemukulan itu, Andi sempat didatangi aparat di kediamannya.

Aparat itu hendak menjemput Andi. Namun ia saat itu tidak berada di rumah.

Keluarga Andi pun takut memberi tahu keberadaan Andi.

"Kami takut beritahu karena jangan sampai Andi dibuat macam-macam," ujar sepupu Andi saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Selang beberapa saat kemudian, aparat itu pun pamit pergi entah ke mana.

Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.

Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.

Takut hal itu terjadi, Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.

Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.

Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.

Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mandala Multifinance belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. 

Sementara itu, Polresta Gorontalo Kota tengah menyelidiki kejadian ini. 

 

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved