Debt Collector Keroyok Nasabah
Sosok Andi Indalan Warga Pagimana Dikeroyok Debt Collector Gorontalo Pakai Batu dan Kayu
Moh Andi Indalan alias Andi (46) dikeroyok oleh debt collector leasing di Kota Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Moh-Andi-Indalan-saat-melapor-ke-SPKT-Polresta-Gorontalo-Kota.jpg)
Cekcok itu akhirnya berujung pada pengeroyokan. Andi mengaku dipukul bertubi-tubi oleh tujuh orang menggunakan kayu dan batu di depan kantor Mandala.
"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," bebernya.
Iwan Pakaya, saksi mata sekaligus ipar korban, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut bahwa debt collector bahkan menggunakan helm untuk memukul Andi.
"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkap Iwan.
Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Debt Collector di Kota Gorontalo Keroyok Nasabah, Motor Ditarik Paksa
Andi didatangi aparat
Setelah insiden pemukulan itu, Andi sempat didatangi aparat di kediamannya.
Aparat itu hendak menjemput Andi. Namun ia saat itu tidak berada di rumah.
Keluarga Andi pun takut memberi tahu keberadaan Andi.
"Kami takut beritahu karena jangan sampai Andi dibuat macam-macam," ujar sepupu Andi saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).
Selang beberapa saat kemudian, aparat itu pun pamit pergi entah ke mana.
Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.
Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.
Takut hal itu terjadi, Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.
Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.
Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.
Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Mandala Multifinance belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.
Sementara itu, Polresta Gorontalo Kota tengah menyelidiki kejadian ini.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)