Selasa, 10 Maret 2026

Debt Collector Keroyok Nasabah

BREAKING NEWS: 6 Debt Collector di Kota Gorontalo Keroyok Nasabah, Motor Ditarik Paksa

Moh Andi Indalan alias Andi (46) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh tujuh orang debt collector dari Mandala Multifinance.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: 6 Debt Collector di Kota Gorontalo Keroyok Nasabah, Motor Ditarik Paksa
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
DEBT COLLECTOR KEROYOK NASABAH - Moh Andi Indalan dan Iwan Pakaya saat melapor kasus penganiayaan ke Polresta Gorontalo, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh enam debt collector Mandala Multifinance. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Moh Andi Indalan alias Andi (46) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh enam orang debt collector dari Mandala Multifinance.

Kejadian ini berlangsung pada Senin (24/3/2025) sekitar pukul 17.00 Wita di Kantor Mandala Multifinance, Kota Gorontalo.

Menurut keterangan Andi, insiden bermula ketika ia bersama iparnya, Iwan Pakaya (45), dalam perjalanan pulang usai berbelanja perlengkapan air dap.

Saat melintas di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Andi tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat motor.

"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Andi saat itu tidak melakukan perlawanan. Ia   mengikuti pria yang mengaku debt collector itu ke kantor Mandala Multifinance.

Setibanya di sana, Andi langsung dibawa ke lantai dua dan diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.

Namun, Andi menegaskan bahwa seluruh cicilan motornya telah lunas selama 36 bulan. 

Bahkan, ia mengaku sudah mengambil BPKB kendaraan sebagai bukti pelunasan.

Karena merasa dituduh secara sepihak, Andi memutuskan turun ke lantai bawah untuk mengambil BPKB dan mencoba menyalakan motornya.

Saat itulah, situasi memanas. Seorang debt collector merampas kunci motornya secara paksa. Andi dan debt collector sempat berdebat.

Cekcok itu akhirnya berujung pada pengeroyokan. Andi mengaku dipukul bertubi-tubi oleh tujuh orang menggunakan kayu dan batu di depan kantor Mandala.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," bebernya.

Iwan Pakaya, saksi mata sekaligus ipar korban, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut bahwa debt collector bahkan menggunakan helm untuk memukul Andi.

"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkap Iwan.

Andi didatangi aparat

NASABAH DIKEROYOK DEBT COLLECTOR - Moh Andi Indalan saat melapor ke SPKT Polresta Gorontalo Kota, Selasa (25/3/2025). Andi menjadi korban pengeroyokan pihak debt collector leasing.
NASABAH DIKEROYOK DEBT COLLECTOR - Moh Andi Indalan saat melapor ke SPKT Polresta Gorontalo Kota, Selasa (25/3/2025). Andi menjadi korban pengeroyokan pihak debt collector leasing. (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved