Senin, 30 Maret 2026

Peran Saka Nasional Gorontalo

Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly

Naila Nur Nadiva, siswi SMA Negeri 3 Kota Sorong, yang akrab disapa Diva. Ja begitu antusias menjejakkan kaki di Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly
TribunGorontalo.com/Fajri Kidjab
PERAN SAKA NASIONAL — Naila Nur Nadiva saat ditemui TribunGorontalo.com di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Senin (3/11/2025). Diva bangga menjejakkan kaki di Gorontalo. 

Ringkasan Berita:
  • Naila Nur Nadiva baru pertama kali menginjakkan kaki ke Gorontalo
  • Diva tak sabar menyapa secara langsung Sherly, hiu paus di Pantai Botubarani
  • Naila Nur Nadiva bercita-cita jadi pramugari
 

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Di tengah riuh semangat Peran Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto, Gorontalo, hadir seorang peserta muda yang membawa kisah hangat dari timur Indonesia. 

Adalah Naila Nur Nadiva, siswi SMA Negeri 3 Kota Sorong, yang akrab disapa Diva. 

Ini adalah kali pertamanya menjejakkan kaki di Gorontalo, namun kesan yang ia rasakan begitu dalam.

“Sejuk sekali, seperti kampung halaman. Homestay-nya serasa rumah nenek,” ucap Diva dengan mata berbinar saat ditemui TribunGorontalo.com setelah upacara pembukaan Peran Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11/2025).

Ia menggambarkan suasana pagi di Limboto yang asri dan udara dingin yang menyambutnya sejak tiba. 

Sorong panasnya juga sama kayak gini, kayak Gorontalo. Panasnya satu orang satu matahari. Jadi kita masih sedikit beradaptasi sama cuaca di Gorontalo," bebernya.

Diva mengaku menikmati kebersamaan dengan teman-teman barunya.

Diva tergabung dalam Saka Dirgantara, pilihan yang ia ambil karena ketertarikannya pada dunia penerbangan.

“Saya ingin tahu apa saja yang ada di langit. Kalau di darat, kita sudah sering lihat,” tuturnya. Cita-citanya sejak kecil adalah menjadi pramugari.

Ia terinspirasi dari paman dan bibinya yang berprofesi di dunia penerbangan. Meski sempat terhalang restu orang tua, semangatnya untuk menjelajahi dunia tetap menyala.

Tak hanya mimpi, Diva juga membawa warisan lintas budaya. 

Ayahnya, Amri Hamsir, adalah keturunan Jepang dan Cina, sementara ibunya, Nabila Hamid, berasal dari Indonesia.

Wajah Diva mewarisi wajah oriental ayahnya.

Mengenai mimpi, rencana Diva setelah lulus SMA adalah melanjutkan kuliah di Jepang, negeri asal sang nenek.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved