Guru Bolos
Seorang Guru SDN 13 Paguat Gorontalo Kerap Bolos, Diduga Punya Bisnis Sampingan
guru di SDN 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kerap bolos mengajar. Persoalan ini turut dibenarkan oleh Kepsek Rony Usman Yunus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GURU-BOLOS-Diduga-punya-bisnis-sampingan.jpg)
Sebab saat ini, SDN 13 Paguat hanya diisi oleh 10 personel termasuk sang kepsek.
Menurut Rony, dari 10 orang itu, 6 guru mengisi perwalian kelas 1 hingga 6, lalu dua guru mata pelajaran agama dan penjaskes, satu operator dan dirinya sebagai kepsek.
"Sehingga personel ini terbatas. Makanya kadang jika ia tak masuk, saya yang kadang menggantikan masuk ke kelas 4," kata Rony.
Kata Rony, berulang kali persoalan ini disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, namun tak mendapat tanggapan berarti.
"Saya itu sudah sering menyampaikan ini ke dinas pendidikan, tapi tidak ditanggapi. Daripada saya yang makan hati, ya saya biarkan saja," kata Rony putus asa.
Sementara itu, melalui sambungan telepon, orangtua mengeluhkan persoalan ini.
Sebab, hanya karena satu orang guru, 34 siswa SD terlantar. Kadang hari-hari tak ada guru mereka hanya bermain.
"Mau jadi apa ini anak-anak kalau begini? guru jarang masuk, tak belajar. Banyak pelajaran yang mereka tak dapat," kata orangtua yang ingin namanya disamarkan.
SDN 13 Paguat sebelumnya bernama SDN Inpres Maleo. Lokasi sekolah ini berada di Jalan Trans Sulawesi, Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, menegaskan bahwa pihaknya turut menyayangkan persoalan ini.
Ia pun meminta agar kepsek menyurat ke Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga hingga ke Dinas Pendidikan setempat.
"Jadi nanti kita lihat bagaimana faktanya. Yang jelas guru itu harus memilih, mau mengajar atau berbisnis. tapi jika mau kedua-duanya, maka harus membagi waktu," kata dia.
Tapi yang jelas kata Iwan, bahwa seorang guru harus mengutamakan profesinya mendidik siswa.
Sebab, peran guru sangat penting di kelas. Guru harus bisa mencerdaskan generasi.
"Yang jelas pemda peduli dengan kasus ini, nanti kita lihat bagaimana faktanya," kata Iwan saat dihubungi.
(*)