Senin, 16 Maret 2026

Guru Bolos

Seorang Guru SDN 13 Paguat Gorontalo Kerap Bolos, Diduga Punya Bisnis Sampingan

guru di SDN 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kerap bolos mengajar. Persoalan ini turut dibenarkan oleh Kepsek Rony Usman Yunus

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seorang Guru SDN 13 Paguat Gorontalo Kerap Bolos, Diduga Punya Bisnis Sampingan
gMAPS
GURU BOLOS - Diduga punya bisnis sampingan, seorang guru SDN 13 Paguat, Gorontalo, jarang masuk. Siswa terlatar. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang guru di SDN 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kerap bolos mengajar.

Persoalan ini turut dibenarkan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Rony Usman Yunus saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (27/8/2025). 

Menurut Rony, guru tersebut memang sudah bermasalah dengan kehadirannya.

Sejak 2022 ia menjabat, guru ini memang sudah jarang masuk. Bahkan, dalam seminggu kadang hanya dua kali masuk. 

"Juga bahkan ada seminggu tak masuk," kata Rony melalui sambungan telepon. 

Guru yang belakangan bernama Fitrianto Nasir itu diketahui merupakan wali kelas 4 yang diisi oleh 34 siswa. 

Gara-gara ia jarang masuk, siswa jadi malas sekolah.

Orang tua mengeluhkan banyak siswa yang kemudian tak mau masuk sekolah lantaran kerap tak ada guru di kelas. 

Kepsek pun sampai dibuat bingung dengan kelakuan sang guru.

Beberapa kali sang kepsek memergoki guru tersebut melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya. 

Kendati, ia adalah Aparatus Sipil Negara (ASN) dengan golongan IIB. 

"Gajinya di atas 2 juta itu," kata Rony. 

Belakangan terungkap rupanya sang guru ini memiliki pekerjaan sampingan berupa tempat jahit pakaian. 

"Dia sering izin urusan keluarga, tapi saya pernah ke rumahnya ternyata dia sedang menjahit," kata Rony. 

Sejak 2023 Rony memang sudah berupaya agar sang guru dimutasi agar perwalian kelas tak kosong.

Sebab saat ini, SDN 13 Paguat hanya diisi oleh 10 personel termasuk sang kepsek. 

Menurut Rony, dari 10 orang itu, 6 guru mengisi perwalian kelas 1 hingga 6, lalu dua guru mata pelajaran agama dan penjaskes, satu operator dan dirinya sebagai kepsek.

"Sehingga personel ini terbatas. Makanya kadang jika ia tak masuk, saya  yang kadang menggantikan masuk ke kelas 4," kata Rony. 

Kata Rony, berulang kali persoalan ini disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, namun tak mendapat tanggapan berarti.

"Saya itu sudah sering menyampaikan ini ke dinas pendidikan, tapi tidak ditanggapi. Daripada saya yang makan hati, ya saya biarkan saja," kata Rony putus asa.

Sementara itu, melalui sambungan telepon, orangtua mengeluhkan persoalan ini.

Sebab, hanya karena satu orang guru, 34 siswa SD terlantar. Kadang hari-hari tak ada guru mereka hanya bermain. 

"Mau jadi apa ini anak-anak kalau begini? guru jarang masuk, tak belajar. Banyak pelajaran yang mereka tak dapat," kata orangtua yang ingin namanya disamarkan. 

SDN 13 Paguat sebelumnya bernama SDN Inpres Maleo. Lokasi sekolah ini berada di Jalan Trans Sulawesi, Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.

Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, menegaskan bahwa pihaknya turut menyayangkan persoalan ini.

Ia pun meminta agar kepsek menyurat ke Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga hingga ke Dinas Pendidikan setempat.

"Jadi nanti kita lihat bagaimana faktanya. Yang jelas guru itu harus memilih, mau mengajar atau berbisnis. tapi jika mau kedua-duanya, maka harus membagi waktu," kata dia.

Tapi yang jelas kata Iwan, bahwa seorang guru harus mengutamakan profesinya mendidik siswa.

Sebab, peran guru sangat penting di kelas. Guru harus bisa mencerdaskan generasi. 

"Yang jelas pemda peduli dengan kasus ini, nanti kita lihat bagaimana faktanya," kata Iwan saat dihubungi. 

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved