Rojali dan Rohana Gorontalo
Rohana dan Rojali di Gorontalo, Sejumlah Warga Ungkap Alasan Lebih Suka 'Hanya Tanya' Ketimbang Beli
Menurut beberapa pembeli di Citimall Gorontalo, masyarakat memiliki kecenderungan kuat untuk mencari harga barang yang paling terjangkau.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Citimall-Gorontalo-pada-Sabtu-982025.jpg)
Nanda juga mengakui bahwa ia sering kali hanya bertanya tentang satu produk tanpa membelinya. Hal ini ia lakukan karena ingin mencari barang yang sama di tempat lain dengan harga yang lebih rendah.
"Biasanya kami membandingkan harga. Kalau di tempat lain lebih murah, kenapa harus memilih yang mahal? Begitu kan," tuturnya.
Istilah Rohana dan Rojali belakangan ini menjadi topik hangat di media sosial dan dunia usaha. Keduanya mencerminkan dinamika konsumen di era modern.
Rojali adalah akronim dari "rombongan jarang beli", sementara Rohana berarti "rombongan hanya nanya".
Kedua istilah ini menggambarkan kelompok pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan atau mal hanya untuk melihat-lihat dan bertanya tanpa melakukan pembelian.
Fenomena ini bukanlah hal baru, tetapi semakin disorot karena mencerminkan adanya penurunan daya beli masyarakat.
Baca juga: Anak Petani Menjadi Kepala Badan Kesbangpol Gorontalo, Ini Kisah Perjalanan Karier Burhan Ismail
Kondisi ekonomi yang menantang mendorong konsumen untuk lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Perilaku ini juga menandakan bahwa konsumen menjadi semakin cerdas dan selektif. Mereka tidak lagi mudah tergiur dengan produk tanpa mempertimbangkan harga dan kualitas secara matang.
Pada akhirnya, istilah Rohana dan Rojali menunjukkan pergeseran kebiasaan belanja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga kemudahan akses informasi harga secara online.
Ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen yang berubah.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)