Minggu, 8 Maret 2026

Profil Tokoh

Anak Petani Menjadi Kepala Badan Kesbangpol Gorontalo, Ini Kisah Perjalanan Karier Burhan Ismail

Burhan Ismail, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo, membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Anak Petani Menjadi Kepala Badan Kesbangpol Gorontalo, Ini Kisah Perjalanan Karier Burhan Ismail
TribunGorontalo.com
PROFIL TOKOH — Arianto Panambang, reporter TribunGorontalo.com bersama Burhan Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gorontalo. Burhan Ismail menceritakan perjalanan kariernya dalam siniar (podcast) TribunGorontalo, Sabtu (9/8/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Burhan Ismail, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo, membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya dalam siniar (podcast) bersama TribunGorontalo.com.

Pria yang genap berusia 50 tahun ini terlahir dan dibesarkan di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. 

Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani.

“Tidak ada yang luar biasa dari keluarga saya. Saya ini orang kampung,” ujar Burhan saat ditanya oleh pewawancara (host) Arianto Panambang dalam siniar TribunGorontalo.com, Sabtu (9/8/2025).

Perjalanan karier Burhan dimulai dari dunia akademis. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gorontalo di Limboto, yang kemudian menjadi cikal bakal Universitas Gorontalo. Setelah lulus, ia diminta bergabung dengan kampus tersebut dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum, lalu Kepala Biro.

Pada 2009, Burhan mencoba peruntungan di dunia politik dengan bergabung ke salah satu partai, namun keberuntungan belum berpihak padanya. Setahun kemudian, ia memutuskan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan ditempatkan di Badan Kesbangpol Kabupaten Gorontalo.

Kariernya di birokrasi sempat membawanya keluar dari Kesbangpol. Pada 2012, ia dipindahkan ke Kecamatan Motilango, bahkan sempat menjabat sebagai Kepala Desa Paris selama enam bulan. Setelah itu, Burhan kembali ke Limboto dan menempati berbagai posisi hingga kembali ke Kesbangpol pada 2014. 

Ia meniti karier dari Kepala Seksi, kemudian Kepala Bidang, Sekretaris, dan akhirnya dilantik menjadi Kepala Badan pada 2022.

Burhan mengaku memiliki satu prinsip hidup yang selalu ia terapkan sejak kecil, yaitu bekerja dengan ikhlas.

“Kalau kita betul-betul ikhlas, balasannya pasti manis. Bahkan lebih manis dari madu. Tapi ikhlas itu memang pahit, lebih pahit dari empedu,” kata Burhan.

Baginya, ikhlas adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang, baik di dunia akademis, politik, maupun birokrasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved