Minggu, 8 Maret 2026

Sejarah Gorontalo

Kisah Pemulangan Manusia Purba Oluhuta Gorontalo ke Museum Purbakala

Setelah sekian lama sejumlah artefak sejarah Gorontalo tersimpan di Manado, upaya pemulangan secara bertahap kini membuahkan hasil.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Pemulangan Manusia Purba Oluhuta Gorontalo ke Museum Purbakala
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
JEJAK ARTEFAK - Display Manusia Oluhuta di Museum Purbakala Gorontalo Kamis (13/7/2025). Tengkorak dan potongan tubuh Manusia Oluhuta telah berhasil dibawa pulang oleh Museum Purbakala Gorontalo dari Manado. 

Namun, terdapat satu kendala besar: secara administrasi, benda-benda itu telah tercatat sebagai koleksi resmi Museum Manado. 

Hal ini terjadi karena pada saat itu Gorontalo masih menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara.

"Kecuali dari Manado ada penghapusan koleksi atau dihibahkan," tambahnya.

Saat ini, Museum Negeri Sulawesi Utara di Manado tengah bersiap melakukan revitalisasi. 

Bagi pihak UPTD Museum Purbakala Gorontalo, momen ini dianggap strategis dan sangat penting untuk kembali mengajukan permohonan pemulangan barang-barang bersejarah yang masih tertahan di sana.

Baca juga: Jelang HUT RI ke-80, Pemprov Gorontalo Bebaskan Denda Pajak, Ada Pejabat Menunggak Rp800 Juta

Desa Oluhuta ditetapkan sebagai situs arkeologi pada tahun 1995, setelah dilakukan survei oleh tim dari Balai Arkeologi Manado.

Dalam survei tersebut, ditemukan kapak batu dari periode Neolitik, termasuk jenis beliung persegi (quadrangular adze), yang menjadi salah satu bukti penting keberadaan masyarakat prasejarah di Gorontalo.

Dari penelitian ini, ditemukan sejumlah fragmen gerabah, kapak beliung, sisa peleburan logam, dan cangkang kerang.

Pada kedalaman sekitar 105 cm, tim peneliti menemukan dua belas kerangka manusia dalam keadaan yang relatif utuh dan baik.

Kerangka-kerangka ini ditemukan teratur sejajar dengan orientasi arah hadap barat-timur, yang menunjukkan adanya pola budaya penguburan manusia yang sudah teratur.

Diperkirakan bahwa kerangka-kerangka ini berasal dari lebih dari 2.000 tahun lalu.

Baca juga: Kondisi Bendera Merah Putih Tertua di Gorontalo, Buah Tangan Istri Nani Wartabone

Pola penguburan yang ditemukan, serta bekal kubur yang menyertainya, menunjukkan adanya kepercayaan tertentu terkait kematian yang berkembang pada masa tersebut.

Kapak batu dan fragmen gerabah yang ditemukan juga mengindikasikan bahwa masyarakat di Oluhuta mungkin telah mengenal teknologi sederhana dalam pembuatan alat dan perlengkapan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian, situs Oluhuta diperkirakan berusia antara 530 hingga 770 tahun.

Artefak yang ditemukan di situs ini memberikan gambaran yang penting tentang cara hidup, struktur sosial, dan kepercayaan masyarakat prasejarah di Gorontalo.

Oluhuta juga diyakini sebagai lokasi yang memiliki peran penting dalam ritual dan penguburan manusia pada masa itu.

 

 

(TribunGorontalo.com/ Herjianto Tangahu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved