Sejarah Gorontalo
Kondisi Bendera Merah Putih Tertua di Gorontalo, Buah Tangan Istri Nani Wartabone
Tak banyak yang tahu bahwa di ujung utara Pulau Sulawesi, tepatnya di Gorontalo, terdapat bendera Merah Putih yang berkibar lebih dulu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bendera-merah-putih-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Selama ini, masyarakat Indonesia mengenal bendera Merah Putih yang dijahit pada 1944 oleh Fatmawati sebagai Sang Saka Merah Putih pertama yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
Fatmawati adalah Ibu Negara pertama Indonesia (1945-1967). Istri ketiga Presiden Soekarno ini dikenal karena menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa di ujung utara Pulau Sulawesi, tepatnya di Gorontalo, terdapat bendera Merah Putih yang berkibar lebih dulu.
Bendera itu dijahit oleh Aisyah Tangahu, perempuan Gorontalo yang merupakan istri dari Pahlawan Nasional Nani Wartabone.
Bendera tersebut pertama kali dikibarkan pada 23 Januari 1942.
Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari Patriotik oleh masyarakat Gorontalo. Hari Patriotik menandai momen ketika Gorontalo memproklamasikan kemerdekaan, tiga tahun sebelum Indonesia merdeka secara nasional.
Bendera bersejarah ini dahulu dikibarkan di area bekas Kantor Pos dan Telegraf. Kini, peninggalan berharga tersebut disimpan dengan penuh kehati-hatian di UPTD Museum Purbakala Gorontalo.
Bendera itu tersimpan dalam kotak kayu berukir tulisan "Bendera Pusaka 23 Januari 1942 Gorontalo".
Menariknya, bendera ini hanya dikeluarkan pada dua momen penting dalam setahun.
"Dikeluarkan hanya pada 23 Januari dan 17 Agustus," kata Fiky Husain, Konservator UPTD Museum Purbakala Gorontalo, Kamis (31/7/2025).
Meski demikian, bendera tersebut tidak lagi dikibarkan. Bendera itu hanya menjadi bagian dari kirab atau pelengkap dalam upacara, dengan tetap menghormati nilai historisnya.
"Tidak dikibarkan, tetapi menjadi bagian dari kirab atau hanya disandingkan dengan bendera yang akan dikibarkan," jelas Fiky.
Hal serupa juga disampaikan oleh pemandu museum, Merry Arsyad.
Baca juga: Kronologi Faad Tukang Bakso Dibacok Pria di Kota Gorontalo, Pelaku Suruh Beli Es
Ia menyebutkan bahwa bendera tua ini diposisikan layaknya Sang Saka Merah Putih di Istana Negara saat upacara kenegaraan.
"Seperti di Istana Negara, kan? Nah, bendera ini nanti disandingkan," imbuhnya.