Kamis, 19 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo

Di bagian depan meja kayu, ratusan botol lampu tersusun rapat. Sementara di bawah meja, terlihat beberapa botol plastik besar berisi minyak tanah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo
TribunGorontalo.com
PEDAGANG TIMBILOTOHE--Reni Yanti Polumulo (49) jualan lampu botol di Jalan Pangeran Hidayat atau JDS Kota Gorontalo, Sabtu (7/3/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Deretan lampu botol tergantung rapi di sebuah lapak sederhana di pinggir jalan.

Sumbu-sumbu putih yang diikat menjadi beberapa gantungan tampak bergoyang pelan tertiup angin sore.

Di bagian depan meja kayu, ratusan botol lampu tersusun rapat. Sementara di bawah meja, terlihat beberapa botol plastik besar berisi minyak tanah yang ikut dijual kepada warga.

Lapak itu berada di ujung selatan Jalan Pangeran Hidayat atau yang kerap disebut Jalan Dua Susun (JDS), Kota Gorontalo.

Baca juga: Kultum Milenial Rizal Rajalani Mahasiswa IAIN Gorontalo: Manfaat Besar Puasa

Lokasinya tepat di antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HOS Cokroaminoto, kawasan yang setiap sore mulai dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa.

Secara posisi, lapak tersebut berada tak jauh dari deretan pedagang takjil yang mulai ramai menjelang magrib.

Di tengah aktivitas itu, lampu-lampu botol yang tergantung di rangka kayu milik seorang pedagang tampak mencuri perhatian orang yang melintas.

TUMBILOTOHE -- Lapak lampu botol di ujung selatan Jalan Pangeran
TUMBILOTOHE -- Lapak lampu botol di ujung selatan Jalan Pangeran Hidat atau juga disebut jalan dua susun (JDS).

Lapak tersebut milik Reni Yanti Polumulo (49), warga Kelurahan Heledulaa, yang setiap tahun berjualan lampu botol menjelang tradisi Tumbilotohe.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Sabtu (7/3/2026), Reni terlihat duduk di balik meja jualannya bersama salah satu anak perempuannya.

Mereka sesekali merapikan lampu botol yang tergantung di rangka kayu sambil menunggu pembeli yang datang dari arah jalan utama.

Reni mengatakan, ia sudah membuka lapak sejak Minggu (1/3/2026) lalu.

“Lapak ini saya buka sejak hari Minggu kemarin. Biasanya setiap hari saya datang dari pagi sekitar pukul 08.00 Wita untuk menata dagangan. Botol lampu sama sumbu digantung supaya orang yang lewat bisa langsung lihat,” kata Reni.

Menurutnya, lapak tersebut biasanya tetap buka hingga malam hari.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Gorontalo Besok Minggu 8 Maret 2026, Lengkap Waktu Salat 5 Waktu dan Niat Puasa

“Kalau sudah sore biasanya mulai ada yang datang beli. Jadi saya tetap jaga di sini sampai malam, kadang sampai sekitar pukul sembilan malam baru pulang,” ujarnya.

Reni mengaku sudah cukup lama berjualan lampu botol setiap Ramadan. Namun aktivitas itu hanya ia lakukan sekali dalam setahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved