Tumbilotohe Gorontalo
Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo
Di bagian depan meja kayu, ratusan botol lampu tersusun rapat. Sementara di bawah meja, terlihat beberapa botol plastik besar berisi minyak tanah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEDAGANG-TIMBILOTOHE-Reni-Yanti-Polumulo-49-jualan-lampu-botol-di-Jalan-Pangeran.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Deretan lampu botol tergantung rapi di sebuah lapak sederhana di pinggir jalan.
Sumbu-sumbu putih yang diikat menjadi beberapa gantungan tampak bergoyang pelan tertiup angin sore.
Di bagian depan meja kayu, ratusan botol lampu tersusun rapat. Sementara di bawah meja, terlihat beberapa botol plastik besar berisi minyak tanah yang ikut dijual kepada warga.
Lapak itu berada di ujung selatan Jalan Pangeran Hidayat atau yang kerap disebut Jalan Dua Susun (JDS), Kota Gorontalo.
Baca juga: Kultum Milenial Rizal Rajalani Mahasiswa IAIN Gorontalo: Manfaat Besar Puasa
Lokasinya tepat di antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HOS Cokroaminoto, kawasan yang setiap sore mulai dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa.
Secara posisi, lapak tersebut berada tak jauh dari deretan pedagang takjil yang mulai ramai menjelang magrib.
Di tengah aktivitas itu, lampu-lampu botol yang tergantung di rangka kayu milik seorang pedagang tampak mencuri perhatian orang yang melintas.
Lapak tersebut milik Reni Yanti Polumulo (49), warga Kelurahan Heledulaa, yang setiap tahun berjualan lampu botol menjelang tradisi Tumbilotohe.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Sabtu (7/3/2026), Reni terlihat duduk di balik meja jualannya bersama salah satu anak perempuannya.
Mereka sesekali merapikan lampu botol yang tergantung di rangka kayu sambil menunggu pembeli yang datang dari arah jalan utama.
Reni mengatakan, ia sudah membuka lapak sejak Minggu (1/3/2026) lalu.
“Lapak ini saya buka sejak hari Minggu kemarin. Biasanya setiap hari saya datang dari pagi sekitar pukul 08.00 Wita untuk menata dagangan. Botol lampu sama sumbu digantung supaya orang yang lewat bisa langsung lihat,” kata Reni.
Menurutnya, lapak tersebut biasanya tetap buka hingga malam hari.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Gorontalo Besok Minggu 8 Maret 2026, Lengkap Waktu Salat 5 Waktu dan Niat Puasa
“Kalau sudah sore biasanya mulai ada yang datang beli. Jadi saya tetap jaga di sini sampai malam, kadang sampai sekitar pukul sembilan malam baru pulang,” ujarnya.
Reni mengaku sudah cukup lama berjualan lampu botol setiap Ramadan. Namun aktivitas itu hanya ia lakukan sekali dalam setahun.