Tumbilotohe Gorontalo
Setahun Sekali Jualan, Reni Yanti Jajakan Lampu Botol Jelang Tradisi Tumbilotohe Gorontalo
Di bagian depan meja kayu, ratusan botol lampu tersusun rapat. Sementara di bawah meja, terlihat beberapa botol plastik besar berisi minyak tanah
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEDAGANG-TIMBILOTOHE-Reni-Yanti-Polumulo-49-jualan-lampu-botol-di-Jalan-Pangeran.jpg)
Di luar bulan puasa, ia tidak membuka usaha dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
“Kalau di luar Ramadan saya tidak jualan. Saya ini memang penjual tahunan saja. Jadi kalau sudah bulan puasa baru buka lapak begini karena orang-orang mulai cari lampu botol untuk Tumbilotohe,” jelasnya.
Menurut Reni, sebagian lampu botol yang dijual merupakan hasil rakitan sendiri di rumah bersama suaminya.
Botol-botol bekas dikumpulkan terlebih dahulu jauh sebelum Ramadan tiba, kemudian dibersihkan sebelum dijadikan lampu.
“Botol-botol ini kami kumpulkan dari jauh hari sebelum Ramadan. Kalau sudah banyak, kami bersihkan dulu di rumah. Setelah itu baru dirakit jadi lampu. Biasanya saya kerjakan sama suami supaya cepat selesai,” ungkapnya.
Selain lampu botol dan sumbu, Reni juga menjual minyak tanah yang biasanya digunakan untuk menyalakan lampu tersebut.
Minyak tanah dijual dalam botol plastik dengan ukuran berbeda.
“Kalau minyak tanah ada dua ukuran. Yang botol besar biasanya Rp35 ribu, kalau yang botol kecil Rp25 ribu. Jadi orang yang beli lampu botol bisa sekalian beli minyak tanah juga di sini,” katanya.
Sementara untuk harga lampu botol dan sumbu, Reni menjualnya dengan harga yang cukup terjangkau.
“Kalau lampu botol ada yang lima ribu lima buah, ada juga lima ribu empat buah. Kalau sumbu itu saya jual Rp15 ribu dua gantung, ada juga satu gantung Rp10 ribu,” jelasnya.
Sore itu, Reni ditemani salah satu anak perempuannya yang membantu menjaga lapak.
Sesekali mereka terlihat berbincang sambil menunggu pembeli yang datang dari arah jalan utama.
Reni mengatakan hasil jualan lampu botol digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga, terutama anak dan cucunya.
Ia memiliki empat orang anak, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Salah satu anak perempuannya sudah menikah dan kini telah memiliki anak.
“Saya jualan ini untuk bantu kebutuhan keluarga juga. Anak saya ada empat, dua laki-laki dan dua perempuan. Yang satu perempuan sudah menikah dan sudah punya anak, jadi kalau ada rezeki dari jualan ini bisa bantu-bantu mereka juga,” tuturnya.