Lipsus Ikan Nike Gorontalo
Akademisi Gorontalo Ungkap Nama Ikan Kecil sebelum Dikenal Sebutan Nike
Jauh sebelum nama "Nike" akrab di telinga masyarakat Gorontalo, tersimpan sebuah nama asli nike.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ikan-Nike-003.jpg)
“Saat itu kami bertanya (kepada warga) mengenai asal-usulnya. Jika hanya berasal dari cerita rakyat, secara ilmiah sulit dibuktikan dan terkesan tidak masuk akal,” jelas Femy kepada TribunGorontalo.com, Senin (28/7/2025).
Penelusuran dilakukan dengan pendekatan genetika molekuler DNA, bahkan hingga tahap disertasi. Dari proses pengujian di laboratorium, Femy menemukan adanya perbedaan spesies ikan Nike.
“Dari lima sampel yang dikirim, saya menemukan empat spesies ikan Nike yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Eksplorasi kemudian diperluas ke pesisir selatan Gorontalo, meliputi Paguyaman, Taludaa, Bilungala, hingga Marisa. Selain itu, pada waktu yang hampir bersamaan, beberapa rekan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia Timur juga melakukan penelitian serupa.
Penelitian tersebut mereka lakukan di Muara Jengki Manado, Sungai Poigar Tondano, hingga Pulau Halmahera, Maluku.
“Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa ikan Nike juga ditemukan di sana, dengan spesies yang sama,” terang Femy.
Hasil ini menegaskan bahwa ikan Nike tidak secara eksklusif hanya ada di Gorontalo. Namun, Gorontalo memang memiliki populasi ikan Nike yang jauh lebih melimpah.
“Di luar daerah juga ada, tetapi tidak sebanyak di Kota Gorontalo, Marisa, dan Paguyaman,” tegasnya.
Riset berlanjut hingga berhasil memetakan 13 spesies ikan Nike, antara lain Sicyopterus longifilis, Sicyopterus lagocephalus, Sicyopterus cynocephalus, Sicyopterus parvei, Sicyopterus microcephalus, Belobranchus belobranchus, Belobranchus segura, Stiphodon semoni, Eleotris fusca, Eleotris melanosome, Awaous ocelaris, Sicyopus zosterophorus, dan Bunaka gyrinoides.
Di antara semua spesies tersebut, Sicyopterus longifilis adalah spesies yang paling sering dijumpai. Perbedaan masing-masing spesies dapat dikenali dari pola melanofor (pigmen) yang membentuk corak unik, ada yang lurus, zig-zag, hingga bentuk lain.
Penelitian juga menyingkap keterkaitan genetik antara larva Nike dan induknya yang berada di hulu Sungai Bone dan Sungai Bulango.
“Induknya ada di sana. Ini bisa dibuktikan karena saya menggunakan analisis DNA,” ujar Femy.
Temuan ini semakin memperjelas siklus hidup ikan Nike. Femy menjelaskan bahwa ikan ini mengalami perubahan fisik ketika melewati beberapa fase hidup.
“Ikan Nike akan berubah warna menjadi kehitaman ketika ia masuk sungai,” katanya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)