Lipsus Ikan Nike Gorontalo
Akademisi Gorontalo Ungkap Nama Ikan Kecil sebelum Dikenal Sebutan Nike
Jauh sebelum nama "Nike" akrab di telinga masyarakat Gorontalo, tersimpan sebuah nama asli nike.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ikan-Nike-003.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Jauh sebelum nama "Nike" akrab di telinga masyarakat Gorontalo, tersimpan cerita menarik dari masyarakat terdahulu.
Ikan mungil nan lezat ini menjadi bahan penelitian akademisi Gorontalo.
Seorang akademisi berdedikasi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (FPIK UNG), Prof Dr Femy M Sahami, menyusuri asal muasal ikan Nike.
Ia tak hanya fokus pada aspek biologis, melainkan juga menggali akar budaya dan narasi tradisional yang telah lama menyelimuti keberadaan ikan ini.
Perjalanan Prof Femy membawanya ke Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, pada tahun 2019.
Di sana, ia bertemu dengan beberapa warga, termasuk seorang kakek berusia 72 tahun yang menjadi narasumber kunci. Sang kakek, yang kini telah tiada, adalah penjaga ingatan masa lalu yang berharga.
Dari kakek itulah Prof. Femy pertama kali mendengar asal mula nama "Nike".
"Awalnya bukan Nike tapi Duwo," tutur Prof Femy kepada TribunGorontalo.com pada Senin (28/7/2025).
Baca juga: Viral Pria Nekat Raba Wanita di Toko Gorontalo, Pelaku Diinterogasi Warga
Kisah itu bermula saat masyarakat Gorontalo pertama kali menyaksikan kemunculan Ikan Nike. Kala itu, ikan ini masih berupa larva, tampak seperti gumpalan merah menyerupai darah.
Bingung akan makhluk asing ini, mereka mengikuti kebiasaan turun-temurun: meminta petuah dari orang yang lebih tua atau berpengetahuan luas.
Maka, orang yang pertama kali menemukan gumpalan merah misterius itu pun "mengundang" seorang tokoh masyarakat. Dalam bahasa Gorontalo, "mengundang" dikenal sebagai Toduwo atau Moloduwo.
Namun, sesampainya di lokasi, sang tokoh pun dibuat terheran-heran. Karena tak tahu apa gerangan gumpalan itu, ia hanya spontan berseru, "Duwo!"
"Banyak kata dalam bahasa Gorontalo yang terbentuk dari kebiasaan pertama kali atau spontanitas," jelas Prof. Femy, menguatkan narasi budaya yang melekat pada bahasa.
Sejak era 1940-an, kata "Duwo" pun resmi menjadi sebutan umum bagi ikan kecil ini di kalangan masyarakat lokal. Namun, lantas mengapa kini nama "Nike" jauh lebih populer?
Femy menjelaskan bahwa pergeseran nama ini kemungkinan besar berkaitan erat dengan kebijakan bahasa nasional pada tahun 1970-an.