Kamis, 19 Maret 2026

Lipsus Ikan Nike Gorontalo

Akademisi Gorontalo Ungkap Nama Ikan Kecil sebelum Dikenal Sebutan Nike

Jauh sebelum nama "Nike" akrab di telinga masyarakat Gorontalo, tersimpan sebuah nama asli nike.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Akademisi Gorontalo Ungkap Nama Ikan Kecil sebelum Dikenal Sebutan Nike
TribunGorontalo.com
NAMA IKAN -- Potret ikan Nike tangkapan para nelayan di Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Akademisi Gorontalo mengungkap nama ikan kecil sebelum dikenal dengan sebutan nike. 

Di masa itu, pemerintah gencar menggalakkan penggunaan Bahasa Indonesia secara massal, termasuk di Gorontalo. Salah satu puncaknya adalah peresmian Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada tahun 1972.

Bersamaan dengan semangat kebangsaan itu, para pedagang Gorontalo yang berdagang ke Manado menemukan ikan serupa yang mereka kenal dengan nama "Nike". 

Meskipun ada perbedaan jenis, para pedagang ini menganggap "Nike" di Manado sama dengan "Duwo" yang mereka kenal di Gorontalo.

"Pedagang Gorontalo yang pergi ke Manado adalah yang pertama kali mempopulerkan Nike; mereka mengadopsi kata Nike," ungkap Prof. Femy, menyoroti peran strategis para pedagang dalam penyebaran nama.

Mereka pun mulai mengadopsi dan memperkenalkan istilah "Nike" di Gorontalo. 

Dalam benak mereka, "Nike" adalah versi Bahasa Indonesia dari "Duwo", dan tak butuh waktu lama hingga nama "Nike" menyebar luas dan mendominasi.

"Dulu, bahasa komunikasi adalah bahasa Gorontalo. Kemudian kami 'dipaksa' menggunakan bahasa Indonesia, jadi mereka mengira Nike adalah bahasa Indonesianya dari Duwo," pungkas Prof Femy.

Baca juga: Asal Muasal Ikan Nike Gorontalo Terungkap, Ternyata Bukan Endemik dan Punya 13 Spesies

Selama bertahun-tahun, asal muasal ikan Nike menjadi misteri bagi masyarakat Gorontalo. 

Ikan kecil ini diyakini muncul tanpa induk, sesuai dengan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. 

Keyakinan ini begitu kuat sehingga ikan Nike dianggap sebagai spesies endemik yang hanya ditemukan di Gorontalo.

Namun, anggapan tersebut mulai terbantahkan sejak tahun 2017.

Sekelompok akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (FPIK UNG), yang dipimpin oleh Femy M Sahami bersama Abd Hafidz Oli'i, Sri Nuryatin Hamzah, Sitty Ainsyah Habibie, dan Nuralim Pasisingi, melakukan penelitian ilmiah menggunakan pendekatan genetika molekuler DNA.

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ikan Nike bukanlah hewan endemik.

Hewan endemik merupakan hewan yang hanya bisa ditemukan secara alami di satu lokasi spesifik, misalnya di sebuah pulau, wilayah tertentu, atau zona ekologi khusus.

Femy menyatakan bahwa riset ini bermula dari kegelisahan ilmiah terhadap narasi kuat cerita rakyat yang berkembang di masyarakat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved