Berita Internasional
4 Pemuda Korea Utara Ditangkap Gara-Gara Pakai Bahasa Gaul Drama Korea
Fenomena hallyu atau Gelombang Korea tak hanya mewarnai industri hiburan dunia, tetapi juga diam-diam merembes hingga ke Korea Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kim-jong-un-presiden.jpg)
Kasus-kasus penangkapan dan interogasi terkait penggunaan kata-kata khas Korea Selatan seperti "jagiya," "oppa," dan "daebak" mulai dilaporkan, termasuk kasus empat pemuda yang ditangkap di Chongjin pada 2025.
Alasan Korut Larang Pakai Bahasa Gaul Korea Selatan
Larangan penggunaan bahasa gaul Korea Selatan di Korea Utara bukan sekadar soal linguistik, itu adalah bagian dari strategi besar rezim Kim Jong Un untuk menjaga kontrol ideologi, identitas nasional, dan stabilitas kekuasaan.
Berikut adalah alasan-alasan utamanya:
Menjaga Ideologi Sosialis: Pemerintah Korea Utara menganggap bahasa dan budaya Korea Selatan sebagai bentuk “pengaruh kapitalis dan imperialis” yang dapat melemahkan kontrol ideologis mereka.
Kontrol Sosial dan Politik: Bahasa gaul Korea Selatan sering diasosiasikan dengan gaya hidup bebas dan budaya pop yang bertentangan dengan norma ketat Korea Utara.
Menghindari Pengaruh Budaya Asing: Larangan ini bagian dari upaya menutup akses warganya terhadap konten asing yang dianggap dapat menimbulkan perlawanan atau ketidakpuasan terhadap rezim.
(*)
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|