Berita Internasional
4 Pemuda Korea Utara Ditangkap Gara-Gara Pakai Bahasa Gaul Drama Korea
Fenomena hallyu atau Gelombang Korea tak hanya mewarnai industri hiburan dunia, tetapi juga diam-diam merembes hingga ke Korea Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kim-jong-un-presiden.jpg)
Seorang warga Chongjin berusia empat puluhan mengaku cemas anaknya bisa bernasib sama.
“Kalau hanya di rumah, kami bisa menegur anak-anak. Tapi siapa yang tahu apa yang mereka ucapkan di luar? Kita tidak pernah tahu siapa yang akan melapor,” ungkapnya.
Kasus penangkapan empat pemuda Chongjin ini menambah daftar panjang warga Korea Utara yang harus berhadapan dengan hukum hanya karena mencoba mendekat pada budaya pop Korea Selatan.
Bagi generasi muda di Korut, bahasa gaul drama Korea memang bukan sekadar gaya bicara, tapi juga cara sederhana untuk merasakan kebebasan berekspresi, meski risikonya tidak main-main.
Awal Larangan Bahasa Gaul Korea Selatan di Korea Utara
1. Awal Larangan dan Pengendalian Budaya (Sejak 1950-an hingga 1990-an)
Setelah Perang Korea (1950-1953), Korea Utara memperketat kontrol terhadap segala bentuk budaya asing yang dianggap dapat mengancam ideologi negara, terutama budaya Korea Selatan dan Barat.
Pada masa ini, segala bentuk media dan bahasa dari Korea Selatan hampir sepenuhnya dilarang masuk ke Korea Utara.
2. Larangan Bahasa dan Budaya Korea Selatan Makin Ketat (2000-an)
Di era 2000-an, dengan kemajuan teknologi seperti penyebaran ponsel, USB, dan media digital, budaya Korea Selatan, termasuk drama, musik K-pop, dan bahasa gaul, mulai menyusup secara diam-diam ke Korea Utara secara ilegal.
Pemerintah Korut merespons dengan memperketat hukum dan pengawasan, termasuk pelarangan tegas penggunaan bahasa dan ekspresi khas Korea Selatan.
3. Pengesahan Undang-Undang Jaminan Pendidikan Pemuda (2021)
Pada tahun 2021, Korea Utara secara resmi mengesahkan Pasal 41 Undang-Undang Jaminan Pendidikan Pemuda, yang secara khusus melarang kaum muda menggunakan pola bicara atau bahasa “yang aneh dan bukan pola bicara kita sendiri”.
Ini menjadi landasan hukum yang lebih jelas untuk melarang bahasa gaul dan ekspresi Korea Selatan di kalangan generasi muda.
4. Penindakan dan Penangkapan karena Bahasa Gaul Korsel (2022–2025)
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat keamanan Korea Utara semakin agresif melakukan penindakan terhadap orang-orang, terutama generasi muda, yang menggunakan bahasa gaul Korea Selatan.
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|