Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

3 Hari Bentrokan Thailand-Kamboja Memanas hingga 33 Orang Tewas, Desak Gencatan Senjata Segera

Bentrokan sengit antara Thailand dan Kamboja berlanjut hingga hari ketiga pada Sabtu berdarah dalam beberapa

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 3 Hari Bentrokan Thailand-Kamboja Memanas hingga 33 Orang Tewas,  Desak Gencatan Senjata Segera
Bangkok Post
KONFLIK - Pengerahan kekuatanm pada koflik bersenjata Thailand dan Kamboja. 

Malaysia saat ini menjabat sebagai ketua blok regional ASEAN, di mana Thailand dan Kamboja sama-sama menjadi anggota.

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, memperingatkan bahwa jika situasi terus memburuk, “bisa berkembang menjadi perang.”

Kedua pihak saling menuduh memulai tembakan lebih dulu. Thailand juga menuding Kamboja sengaja menargetkan infrastruktur sipil, termasuk sebuah rumah sakit yang terkena peluru artileri dan stasiun pengisian bahan bakar yang dihantam sedikitnya satu roket.

Di sisi lain, Kamboja menuduh pasukan Thailand menggunakan munisi tandan (cluster munitions) yang berbahaya bagi warga sipil.

Di PBB, utusan Kamboja mempertanyakan klaim Thailand yang menyebut negaranya, yang secara militer lebih kecil dan kurang maju dibanding tetangganya, memulai konflik.

“(Dewan Keamanan) menyerukan kedua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menempuh jalan diplomasi. Itulah yang kami serukan juga,” kata Chhea Keo.

Konflik terbaru ini menandai eskalasi dramatis dalam sengketa panjang kedua negara tetangga yang sama-sama menjadi tujuan jutaan wisatawan asing. Perbatasan sepanjang 800 kilometer (500 mil) itu masih menyisakan puluhan kilometer wilayah sengketa.

Pada 2008 hingga 2011, bentrokan serupa menewaskan sedikitnya 28 orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Sengketa sempat mereda setelah putusan pengadilan PBB pada 2013. Namun, ketegangan kembali memuncak pada Mei lalu ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan baru.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved