Minggu, 8 Maret 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

15 WNI Tinggal di Perbatasan Kamboja-Thailand, Kemlu RI Pastikan Mereka Bukan Korban Konflik

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban konflik Thailand-Kamboja

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 15 WNI Tinggal di Perbatasan Kamboja-Thailand, Kemlu RI Pastikan Mereka Bukan Korban Konflik
Bangkok Post
KONFLIK BERSENJATA - Pasukan Kamboja menembakkan peluncur roket BM-21 dari pangkalan mereka di Khao Laem pada Kamis pagi. Salah satu roket dilaporkan mendarat di sisi Thailand, menghantam area dekat Ban Tuan di Provinsi Si Sa Ket. (Gambar dari video yang diunggah oleh halaman Facebook Chumchon Khon Surin) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja

Konflik yang telah berlangsung selama tiga hari di wilayah perbatasan ini telah menewaskan 33 orang, mayoritas warga sipil.

Juru Bicara Kemlu RI, Roy Sumirat, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok dan Phnom Penh.

"Sejauh ini tidak terdapat informasi mengenai adanya WNI yang terdampak. Pemerintah melalui Perwakilan RI di Kamboja dan Thailand, terus mengikuti secara seksama perkembangan di perbatasan Thailand dan Kamboja," kata Roy pada Minggu (27/7/2025).

Menurut data Kemlu, sekitar 15 WNI tersebar di wilayah perbatasan Thailand yang terdampak konflik, termasuk di Trat, Sa Kaeo, dan Ubon Ratchathani. 

Sementara itu, di wilayah perbatasan Kamboja yang mencakup Provinsi Oddar Mianchey dan Preah Vihear, belum ada laporan WNI yang mendaftar diri kepada Kemlu RI.

Roy Sumirat juga memastikan bahwa Kemlu telah menjalin komunikasi denganWNI yang berada di wilayah perbatasan kedua negara.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan memberikan dukungan kepada WNI yang berada di zona merah konflik.

Konflik antara Thailand dan Kamboja, yang memperebutkan wilayah Segitiga Zamrud yang kaya akan kuil kuno, telah memanas sejak Mei 2025. 

Pertempuran kali ini bahkan dilaporkan meluas ke negara tetangga, Laos, dengan jatuhnya peluru artileri di wilayah Laos, merusak properti di Laem Pa Paek dan Laem Makham Pom.

Pemerintah Thailand membantah keras tuduhan bahwa peluru tersebut ditembakkan oleh militernya. 

Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menegaskan bahwa Thailand mengendalikan persenjataannya secara ketat sesuai dengan protokol internasional. 

Ia justru menuduh Kamboja sengaja menggunakan senjata jarak jauh terhadap sasaran sipil dan merekayasa insiden di Laos untuk menyesatkan pengamat internasional.

Angkatan Darat Thailand telah mengunggah bukti dari Laos di laman Facebook mereka, yang menyatakan bahwa 10 peluru dari konflik perbatasan Thailand-Kamboja mendarat di Laos. 

Meskipun menyatakan penyesalan mendalam atas kerusakan tersebut, militer Thailand menegaskan bahwa peluru itu bukan berasal dari pasukan mereka.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Guru SMP di Gorontalo Tewas Ditabrak Mobil saat Bersepeda, Ini Identitasnya

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved