Sabtu, 14 Maret 2026

Lipsus Chromebook

4 Tahun Pakai 15 Chromebook, SDN 56 Kota Timur Gorontalo Masih Butuh Tambahan

Pihak Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo merasa bantuan Chromebook masih kurang dari kebutuhan. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 4 Tahun Pakai 15 Chromebook, SDN 56 Kota Timur Gorontalo Masih Butuh Tambahan
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
CHROMEBOOK : Kondisi Unit Chromebook di SDN 56 Kota Timur Gorontalo masih berfungsi dengan baik, Kamis (17/7/2025). Pihak sekolah masih butuh tambahan Chromebook. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pihak Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo merasa bantuan Chromebook masih kurang dari kebutuhan. 

Transformasi digital di dunia pendidikan terus didorong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

Salah satu bentuk dukungan nyatanya adalah penyaluran perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke berbagai sekolah di Indonesia, termasuk ke wilayah Gorontalo.

Pada tahun 2021, SDN 56 Kota Timur, tercatat sebagai salah satu sekolah penerima bantuan Chromebook sebanyak 15 unit dari pemerintah. 

Perangkat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas digital sekolah, terutama dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Kepala Sekolah SDN 56 Kota Timur, Hardoni Biludi, menyampaikan bahwa perangkat Chromebook yang diterima masih dalam kondisi baik dan berfungsi normal hingga saat ini.

"Masih bagus tidak ada yang rusak, masih lancar," ungkapnya, Kamis (17/7/2025).

Perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah. 

Namun, menurut Hardoni, jumlah bantuan yang diterima masih tergolong minim jika dibandingkan dengan kebutuhan sekolah, terutama saat pelaksanaan ANBK.

"Semestinya harus ditambah karena peserta ANBK itu, kalau chromebooknya cukup kita hanya sekali duduk," jelasnya.

Karena keterbatasan jumlah perangkat, pihak sekolah biasanya harus membagi pelaksanaan ANBK ke dalam dua sesi. 

Misalnya, dengan 30 siswa peserta, satu sesi hanya bisa diisi 15 siswa.

"Keterbatasan chrombok kita biasa jadi dua sesi. Ujian tersebut yakni ujian untuk literasi dan numerasi," lanjut Hardoni.

Pada tahun ini, jumlah siswa kelas 5 di SDN 56 Kota Timur mencapai 75 orang. 

Hal itu membuat pelaksanaan ANBK harus dibagi menjadi tiga sesi dalam satu hari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved