Kamis, 19 Maret 2026

Lipsus Chromebook

4 Tahun Pakai 15 Chromebook, SDN 56 Kota Timur Gorontalo Masih Butuh Tambahan

Pihak Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo merasa bantuan Chromebook masih kurang dari kebutuhan. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 4 Tahun Pakai 15 Chromebook, SDN 56 Kota Timur Gorontalo Masih Butuh Tambahan
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
CHROMEBOOK : Kondisi Unit Chromebook di SDN 56 Kota Timur Gorontalo masih berfungsi dengan baik, Kamis (17/7/2025). Pihak sekolah masih butuh tambahan Chromebook. 

Tak hanya digunakan untuk ANBK, Chromebook juga menunjang aktivitas lain seperti penyusunan perangkat ajar yang biasanya dilakukan dalam satu ruangan bersama oleh para guru. 

Meski secara umum perangkat berfungsi dengan baik, ada beberapa keterbatasan yang dirasakan.

Seorang guru mengungkapkan bahwa tidak semua kebutuhan pengajaran terpenuhi karena Chromebook hanya dapat menjalankan aplikasi bawaan Google.

"Masih cukup memadai, tapi kalau untuk word itu tidak," jelasnya.

Ia juga menambahkan, jumlah 15 unit Chromebook tentu tidak mencukupi bila disesuaikan dengan total jumlah siswa SDN 56 Kota Timur yang mencapai sekitar 400 orang. 

Artinya, kebutuhan perangkat masih tergolong tinggi.

Distribusi Chromebook dari Kemendikbudristek sejauh ini memang memberikan dampak besar terhadap kemajuan digitalisasi di sekolah. 

Rusak Berat

Seperti yang terjadi di SDN 21 Dungingi Kota Gorontalo, di mana lima unit Chromebook mengalami kerusakan pada layar. 

Kerusakan tersebut menimbulkan tampilan layar yang tidak normal, bahkan disebut sudah berubah menjadi "warna-warni".

Kepala Sekolah SDN 21 Dungingi, Dewi Rauf, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima bantuan 15 unit Chromebook pada tahun 2020. 

Saat itu, kondisi semua perangkat masih berfungsi normal. 

Sekolah ini bahkan menjadi salah satu yang pertama menerima bantuan, sebelum sekolah-sekolah lainnya mendapatkan pada tahun-tahun berikutnya.

"Total ada 15 biji, ada lima yang sudah tidak bisa digunakan," jelas Dewi kepada TribunGorontalo.com, Kamis (17/7/2025)

Menurutnya, kerusakan tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap dari waktu ke waktu. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved