Berita Internasional
Presiden Amerika Donald Trump Tunggu Dihubungi Indonesia soal Tarif 32 Persen
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan global dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif impor tinggi terhadap leb
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/donald-trump324.jpg)
Artinya, ia menilai AS telah memberi terlalu banyak akses, sementara negara mitra tidak memberikan perlakuan setara.
Ancaman tarif ini disebut sebagai kelanjutan dari kebijakan "America First" yang menjadi dasar kebijakan ekonomi luar negeri Trump.
Namun, dalam konteks ini, ia sendiri mengakui bahwa ruang kompromi masih tersedia.
Sinyal untuk ASEAN
Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang mendapat surat dari Trump.
Thailand (36 persen) dan Malaysia juga terkena imbasnya. Namun, tidak seperti ancaman terhadap Tiongkok yang bersifat tegas dan penuh retorika keras, Trump justru menutup pernyataannya dengan kesan terbuka.
“Jika mereka menelepon dan punya penawaran yang saya suka, maka kita bisa buat kesepakatan,” ujarnya lagi.
Pesan Politik Tersirat
Dengan pernyataan yang ambigu namun terbuka, Trump tampaknya sedang memainkan taktik dagang sekaligus politik.
Ia ingin menunjukkan ketegasan kepada publik domestik, namun juga menjaga jalur diplomasi agar tetap bisa menghasilkan “deal” yang menguntungkan AS.
Bagi Indonesia, sinyal ini adalah peringatan sekaligus kesempatan.
(*)
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|