Kamis, 5 Maret 2026

Berita Internasional

Presiden Amerika Donald Trump Tunggu Dihubungi Indonesia soal Tarif 32 Persen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan global dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif impor tinggi terhadap leb

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Presiden Amerika Donald Trump Tunggu Dihubungi Indonesia soal Tarif 32 Persen
U.S. Embassy & Consulates in France
FOTO STOK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan kepada media usai jamuan makan malam di Gedung Putih, Senin (waktu setempat). Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi bagi negara-negara yang akan dikenai tarif tinggi, termasuk Indonesia yang terancam tarif impor sebesar 32 persen. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan global dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif impor tinggi terhadap lebih dari selusin negara, termasuk Indonesia.

Namun di balik ancaman itu, Trump memberi sinyal terbuka: masih ada ruang untuk negosiasi.

Indonesia termasuk dalam daftar negara yang akan dikenai tarif hingga 32 persen atas berbagai produk ekspor ke AS.

Namun, dalam pernyataannya kepada wartawan pada Senin (waktu setempat), Trump menegaskan bahwa tenggat waktu pengenaan tarif pada 1 Agustus bukan harga mati.

“Saya akan bilang [tenggatnya] tegas, tapi tidak seratus persen tegas,” ujar Trump dalam jamuan makan malam.

Saat ditanya apakah surat ancaman tarif itu merupakan tawaran final, Trump menjawab, “Saya akan katakan final, tapi kalau mereka menelepon dan memberi penawaran berbeda, dan saya suka, maka kita akan lakukan itu.”

Pernyataan itu membuka celah bagi negara-negara terdampak, termasuk Indonesia, untuk segera melakukan lobi dan diplomasi guna menegosiasikan tarif baru sebelum diterapkan secara penuh.

Indonesia Di Posisi Genting

Tarif sebesar 32 persen terhadap produk asal Indonesia terbilang tinggi dan berpotensi memukul sektor ekspor, khususnya di bidang tekstil, alas kaki, furnitur, hingga produk pertanian dan elektronik ringan yang selama ini masuk pasar AS.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait respons terhadap surat Trump tersebut.

Namun sejumlah pengamat menilai, peluang negosiasi terbuka lebar dan seharusnya segera dimanfaatkan.

“Pernyataan Trump adalah sinyal langsung ke negara-negara seperti Indonesia. Kalau kita diam saja, tarif bisa langsung diberlakukan,” kata pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Arif Hidayat.

Ia menambahkan, diplomasi cepat di level menteri luar negeri, perdagangan, dan bahkan presiden langsung, perlu digerakkan untuk mencegah pukulan berat terhadap ekspor nasional.

AS Ingin Hubungan Timbal Balik

Trump dalam suratnya menyebut hubungan dagang antara AS dan negara-negara tersebut “sayangnya, jauh dari timbal balik.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved