Evaluasi RS di Gorontalo
Managemen RSUD Toto Kabila Gorontalo Buru-buru Lakukan Ini agar Tak Turun Tipe
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila di Kabupaten Bone Bolango tengah berpacu dengan waktu untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan sesuai has
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RSUD-TOTO-KABILA-Potret-RSUD-Toto-Kabila-Bone-Bolango-Gorontalo-Senin-3062025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila di Kabupaten Bone Bolango tengah berpacu dengan waktu untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan sesuai hasil reviu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Langkah cepat pun diambil manajemen rumah sakit agar status tipe rumah sakit tidak diturunkan.
Direktur RSUD Toto Kabila, Ronald Ibrahim, mengatakan pihaknya langsung menggelar serangkaian rapat bersama pemangku kepentingan usai menerima hasil reviu Kemenkes.
Rapat tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.
Baca juga: Sudah Lengkapi Persyaratan Kemenkes, Bupati Gorontalo Sebut RS Dunda Limboto tak Bakal Turun Tipe
“Kami mulai dengan pemetaan masalah dan solusi apa yang kami lakukan, dan Jumat pagi saya bersama Pemda Bonebol juga rapat di sini,” jelas Ronald saat ditemui Tribun Gorontalo, Senin (30/6/2025).
Menurut Ronald, fokus utama pembenahan terletak pada ketidaksesuaian jumlah tempat tidur ruang intensif (ICU/ICCU) dengan ketersediaan ventilator di RSUD Toto Kabila.
“Jadi yang menjadi titik berat itu di fentilator. Dilihat dari jumlah tempat tidur di ICU dan ICCU dengan jumlah fentilator yang tersedia di RSUD Toto Kabila,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya langsung menyesuaikan fasilitas, terutama dengan menambah jumlah ventilator agar sebanding dengan kapasitas layanan intensif.
“Yang kami lakukan sekarang menyesuaikan lagi jumlah tempat tidur yang ada dengan jumlah fentilator,” tegas Ronald.
Ia mengaku sebenarnya telah mengantisipasi kebutuhan ini sejak awal dengan mengajukan pengadaan ventilator.
Namun proses reviu dari Kemenkes datang lebih dulu sebelum pengadaan rampung.
“Kami sudah antisipasi, pembelian fentilator itu telah kami usulkan dan sedang proses,” ujarnya.
RSUD Toto Kabila kini terus berupaya menyelesaikan kekurangan dalam waktu yang tersisa, mengingat rumah sakit hanya diberi waktu satu bulan untuk melakukan penyesuaian.
“Kami juga akan menambah fentilator yang kurang tadi,” tambahnya.
Ronald tak menampik bahwa jika penyesuaian tarif BPJS jadi diberlakukan berdasarkan reviu, maka rumah sakit akan mengalami penurunan pendapatan, sementara biaya operasional tetap tinggi.
| Penyesuaian Tarif BPJS di 5 RS Gorontalo Bukan Penurunan Kelas, Dinkes Minta Masyarakat Tak Bingung |
|
|---|
| RSUD MM Dunda Limboto Gorontalo Dipastikan Tetap Tipe B, Koreksi Kemenkes Diperbaiki |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Sesuaikan Tarif di Sejumlah Rumah Sakit Gorontalo, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| 5 RS di Gorontalo Diberi Waktu Sebulan Perbaiki Fasilitas Jika Tak Mau Turun Tipe |
|
|---|
| Gorontalo Lobi Kemenkes Reviu Ulang 5 Rumah Sakit, Pastikan Agar Tak Turun Tipe |
|
|---|