Perang Iran dan AS

Apa Alasan Amerika Serang Iran? 3 Situs Utama Nuklir Dibom

 Amerika Serikat meledakkan tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi WIB.

Editor: Fadri Kidjab
SPUTNIK NEWS
SERANG IRAN -- Presiden AS Donald Trump. Beberapa waktu lalu Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke tiga situs utama nuklir milik Iran. 

"Kami kehilangan lebih dari 1.000 orang dan ratusan ribu orang di seluruh Timur Tengah dan di seluruh dunia telah tewas sebagai akibat langsung dari kebencian mereka," imbuhnya.

Dia juga menyinggung banyaknya jenderal Iran yang tewas, seperti Qasem Soleimani

Perlu diketahui, Soleimani tewas setelah Trump memutuskan serangan ke Iran pada Januari 2020. 

Kala itu Trump berpendapat bahwa serangan tersebut termasuk pencegahan peperangan. 

Begitu juga dengan sekarang, Trump berharap serangan AS ke Iran bisa menghentikan ancaman nuklir Iran dan mendesak negara tersebut untuk berdamai. 

"Dan Iran sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan di masa mendatang akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah," tutur Trump.

Baca juga: Fasilitas Nuklir Diserang, Iran Nyatakan Perang Lawan Amerika Serikat 

Amerika serang Iran dengan bom penghancur bunker 

Diberitakan CNN, AS menyerangs tiga situs nuklir Iran menggunakan bom GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) yang dikenal sebagai penghancur bunker.

MOP adalah bom dengan berat 13.607 kilogram (kg) dengan bahan peledak di dalamnya sebanyak 2.721 kg. 
"MOP dirancang untuk menjangkau dan menghancurkan senjata pemusnah massal musuh kita yang terletak di fasilitas yang terlindungi dengan baik,” tulis lembar fakta dari Angkatan Udara AS.

Namun, tidak jelas berapa banyak MOP yang dijatuhkan. Serangan AS ke Iran pada Sabtu (21/6/2025) menjadi hari pertama bom tersebut digunakan secara operasional.

Senjata ini diyakini menjadi satu-satunya persenjataan yang mampu mencapai fasilitas di dalam tanah yang dalam, meski masih ada keraguan bahwa satu amunisi tunggal akan mampu menembus cukup dalam untuk mencapainya.

Bahan peledak ini dibawa oleh pesawat pengebom B-2 Spirit milik AS yang menjadi satu-satunya pesawat yang mampu membawa bom tersebut. 

Hal itu dikonfirmasi oleh Trump yang mengatakan bahwa pesawat pengebom B-2 Angkatan Udara AS digunakan dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. 

Laporan The Times of Israel menyebut, pesawat canggih itu telah dipindahkan dari AS ke Pulau Guam di Samudera Pasifik pada Sabtu dini hari. 

Namun, mengingat pesawat pengebom itu membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai Iran, tampaknya pesawat lain digunakan dalam serangan ini.

 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Donald Trump Ungkap Alasan AS Serang Iran dan Hancurkan 3 Situs Nuklirnya"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved