Senin, 16 Maret 2026

Polemik Mie Gacoan Gorontalo

Oknum Pejabat Coba-coba Intervensi Kasus Mie Gacoan Gorontalo, Adhan Dambea: Saya Tidak Takut!

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengungkapkan bahwa ada oknum pejabat yang mencoba mengintervensi kebijakannya terkait penutupan gerai Mie Gacoan d

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Oknum Pejabat Coba-coba Intervensi Kasus Mie Gacoan Gorontalo, Adhan Dambea: Saya Tidak Takut!
Photo by Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
AKSI DEMO MIE GACOAN--Puluhan massa aksi gelar demo tuntut gaji para buruh, Jumat (20/6/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengungkapkan bahwa ada oknum pejabat yang mencoba mengintervensi kebijakannya terkait penutupan gerai Mie Gacoan di Kota Gorontalo.

Namun, Adhan menegaskan tak gentar menghadapi tekanan apa pun selama dirinya berpihak pada rakyat.

Bahkan ia menyatakan hanya takut kepada Tuhan, bukan kepada jabatan atau kekuasaan manusia.

“Saya tidak pusing siapapun dia, kecuali Allah SWT yang saya takuti,” tegas Adhan kepada awak media, Jumat (20/6/2025).

Menurut Adhan, pihak Mie Gacoan bersama seorang pejabat dari lingkungan Pemprov Gorontalo belum lama ini bertemu dengan sejumlah buruh.

Dalam pertemuan itu, buruh disebut diminta untuk mendesak Wali Kota agar membuka kembali gerai Mie Gacoan yang sebelumnya ditutup.

“Para pekerja diundang oleh Mie Gacoan dan oknum pejabat itu hadir. Mereka didesak agar datang ke saya dan meminta gerai dibuka lagi,” ujar Adhan.

Namun Adhan bergeming. Ia menegaskan bahwa gerai Mie Gacoan akan ditutup secara permanen jika manajemen tidak menyelesaikan kewajibannya membayar gaji pekerja yang tertunggak sejak Desember 2024.

“Selama belum dibayar, saya akan buat perkara terus. Kalau mereka tetap ngotot buka, saya akan turunkan demo besar-besaran di Kota Gorontalo,” tegasnya.

Adhan Dambea Surati Presiden

Bukan hanya bertindak di lapangan, Adhan Dambea juga menyatakan telah menyampaikan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk eskalasi dari persoalan yang menurutnya menyangkut hak dasar rakyat.

Langkah ini mempertegas keseriusan Pemkot Gorontalo dalam membela para buruh, serta menunjukkan bahwa persoalan Mie Gacoan bukan semata urusan lokal, tetapi telah menyentuh aspek tanggung jawab sosial dan keadilan tenaga kerja.

Adhan menyampaikan bahwa sebagai kepala daerah, ia akan tetap berdiri di pihak rakyat.

Ia tidak akan tunduk kepada tekanan kekuasaan atau kepentingan apa pun jika itu mengorbankan masyarakat kecil.

“Sejauh saya berpihak kepada rakyat, tidak ada yang saya takuti,” ucapnya.

Saat ini, gerai Mie Gacoan di Kota Gorontalo ditutup sementara atas perintah Wali Kota melalui surat resmi per 17 Juni 2025, menyusul laporan 35 buruh yang belum menerima gaji dari pihak kontraktor pelaksana proyek bangunan.

Bayar Cash Pake Dana Pribadi

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea membayar secara tunai (cash) sebagian upah para pekerja bangunan proyek Mie Gacoan di Kota Gorontalo yang hingga kini belum menerima gaji dari pihak ketiga.

Uang yang diserahkan Adhan kepada para buruh mencapai Rp61.250.000, yang disebutnya sebagai setengah dari total tunggakan upah yang mencapai Rp122,5 juta.

Dana tersebut, menurut Adhan, berasal murni dari kantong pribadinya, bukan dari anggaran pemerintah.

“Itu pakai uang pribadi saya, bukan APBD. Ini bentuk tanggung jawab saya sebagai kepala daerah,” ujar Adhan Dambea, Jumat (20/6/2025) usai memimpin aksi demonstrasi.

Adhan menegaskan, langkahnya membantu para buruh tidak didasari oleh motif politik atau hubungan apa pun dengan pihak Mie Gacoan.

Menurutnya, ini adalah murni bentuk kepedulian terhadap keadilan dan hak-hak rakyat kecil.

“Ini tidak ada kepentingan apa-apa, apalagi hubungan dengan Mie Gacoan. Saya hanya ingin rakyat jangan dizalimi,” tegasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved