Kamis, 26 Maret 2026

Berita Viral Gorontalo

Kisah Aan Saleh, Tentara Asal Gorontalo Kenalkan Lagu hingga Tarian Adat ke Anak-anak di Afrika

Salah satu tentara asal Gorontalo, Pratu Aan Saleh mengajarkan anak-anak Afrika tentang budaya di Gorontalo. Begini kisahnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kisah Aan Saleh, Tentara Asal Gorontalo Kenalkan Lagu hingga Tarian Adat ke Anak-anak di Afrika
dok. Pratu Aan Saleh
GORONTALO - Kolase Pratu Aan Saleh, Anggota TNI bersama anak Afrika, Minggu (8/7/2025). Ini kisah Pratu Aan Saleh dalam mengenalkan budaya Gorontalo kepada anak-anak di Afrika 

Awalnya Pratu Aan menduga anak-anak ini bakal bosan, namun ternyata hal terbalik terjadi.

Anak-anak Afrika sangat menyukai tarian tersebut hingga ada di satu video mereka ketika didengarkan lagu dana-dana seketika berdiri dan memulai gerakan tarian dana-dana.

Mulai dari situlah Pratu Aan mulai aktif mengajari tentang budaya Gorontalo pada mereka.

"Bahkan kalau setiap ketemu saya mereka mintanya diputar lagu dana-dana," bebernya.

Baca juga: Tak Semua Masyarakat Bisa Dapat! Ini 5 Syarat Utama Penerima BSU 2025 Sesuai Permenaker

Pratu Aan membiasakan anak-anak Afrika ketika bertemu dengannya harus menyapanya dengan Bahasa Gorontalo.

Tak tanggung-tanggung Pratu Aan pun mengajarkan mereka lagu Hulondalo Lipuu dan Binthe Biluhuta.

"Saya biasakan mereka kalau ketemu saya harus nyapa pakai Bahasa Gorontalo seperti wololo habari, saya ajarin nyanyian hulondalo lipuu dan binde biluhuta," jelasnya.

Anak-anak Afrika itu kata Pratu Aan sangat bersemangat ketika belajar hal baru.

Walaupun mereka tidak lancar dalam berbahasa, tapi kata Pratu Aan mereka tampak bersemangat.

"Walaupun tidak lancar tapi mereka bisa sedikit-sedikit," lanjutnya.

Baca juga: Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Kendala yang sering dialami Pratu Aan ketika mengajarkan Bahasa Gorontalo kepada anak-anak Afrika adalah penyebutan bahasa yang kadang masih keliru.

Kata Pratu Aan, mereka masih sering kali salah penyebutan sehingga makna yang asli pun akan berbeda.

"Contoh nya kayak tiga dalam Bahasa Gorontalo totolu, kadang mereka nyebut totolo," ujarnya. (*)

 

(TribunGorontalo.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved