Berita Viral Gorontalo
Kronologi Perkelahian Antar Pemuda Boalemo Gorontalo, Rupanya Gara-gara Tempat Hiburan
Peristiwa ini dipicu oleh permintaan seorang pemuda untuk membuka room hiburan yang ditolak oleh warga setempat.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Paguyaman – Bentrok antara kelompok pemuda terjadi di Desa Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, pada 31 Maret 2024.
Peristiwa ini dipicu oleh permintaan seorang pemuda untuk membuka room hiburan yang ditolak oleh warga setempat.
Insiden yang sempat viral di medsos ini akhirnya berujung damai setelah pihak kepolisian turun tangan.
Kapolsek Paguyaman, IPTU Juwari menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang pemuda dari desa lain datang ke Desa Bongo Tua dan meminta tolong agar sebuah room hiburan dibuka.
Namun, warga menolak dengan alasan bahwa selama bulan Ramadan hingga Idul fitri tidak ada tempat hiburan yang beroperasi.
Pemuda tersebut kemudian kembali dan tak lama setelahnya datang lagi bersama tiga orang temannya.
“Kedatangan kembali pemuda ini bersama temannya memicu perselisihan dengan warga setempat, hingga terjadi bentrokan kecil di jalan desa,” ungkap IPTU Juwari, Rabu (2/4/2025).
Mendapat laporan adanya bentrokan, pihak kepolisian dari Polsek Paguyaman segera melakukan patroli ke lokasi kejadian.
Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), perkelahian telah dilerai oleh warga. Pihak kepolisian kemudian membawa kedua belah pihak ke Polsek untuk mediasi lebih lanjut.
“Di Polsek, kedua belah pihak menyadari bahwa kejadian ini hanya kesalahpahaman. Mereka akhirnya saling meminta maaf dan memilih untuk berdamai,” jelas IPTU Juwari.
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa beberapa pemuda yang terlibat dalam bentrokan tersebut diduga telah mengonsumsi minuman keras sebelum kejadian.
“Memang benar ada yang sempat minum, dan itu yang membuat situasi menjadi lebih mudah tersulut emosi,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, IPTU Juwari juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya anak muda di wilayah Paguyaman, untuk menjauhi minuman keras.
Menurutnya, banyak permasalahan yang timbul, seperti perkelahian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), berakar dari pengaruh alkohol.
“Kami meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan membasmi peredaran minuman keras di wilayah Kecamatan Paguyaman. Keamanan dan ketertiban ini harus terus kita pertahankan,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BENTROK-PEMUDA-Kapolsek-Paguyaman-Iptu-Juwari-saat-diwawancarai.jpg)