Jumat, 6 Maret 2026

Berita Viral Gorontalo

Viral Daftar Perlengkapan Sekolah di Gorontalo Capai Rp915 Ribu, Sekolah Klarifikasi

Sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu kehebohan publik terkait foto daftar perlengkapan sekolah untuk siswa baru di sebuah SMP di Kabupaten

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral Daftar Perlengkapan Sekolah di Gorontalo Capai  Rp915 Ribu, Sekolah Klarifikasi
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Unggahan Facebook menyoroti daftar perlengkapan sekolah senilai Rp915 ribu di SMP Widya Krama, Kabupaten Gorontalo, memicu reaksi publik. Daftar mencantumkan 14 item, termasuk jas almamater dan kain seragam. Kepala Sekolah Hervina Pateda menegaskan, daftar itu bukan pungutan wajib. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu kehebohan publik.

Postingan itu terkait foto daftar perlengkapan sekolah untuk siswa baru di sebuah SMP di Kabupaten Gorontalo.

Daftar tersebut memuat 14 item perlengkapan seperti jas almamater, kain seragam, atribut OSIS, jilbab, hingga map rapor dengan total harga mencapai Rp915 ribu.

Unggahan itu disertai dengan caption bernada sindiran:

“Di Indonesia pendidikan itu tidak wajib. Karena kalau wajib, harusnya tidak ada anak yang tidak bisa sekolah,” tulis akun facebook tersebut.

Setelah ditelusuri TribunGorontalo.com, daftar itu ternyata berasal dari SMP Widya Krama, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Sekolah Hervina Pateda membenarkan bahwa daftar tersebut memang dari sekolahnya.

Namun ia menegaskan bahwa daftar itu bukan pungutan liar (pungli) dan tidak bersifat wajib.

“Itu daftar seragam dan atribut siswa baru yang disediakan sekolah. Tapi tidak harus dibeli semua. Kalau orang tua punya dari kakak atau saudara, bisa dipakai,” jelas Hervina, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, sekolah menyediakan perlengkapan tersebut agar warna seragam seragam—khususnya warna-warna seperti tosca—yang kerap berbeda-beda jika dibeli bebas di toko.

“Dulu kami pernah bebaskan beli sendiri, tapi hasilnya belang-belang. Ada orang tua juga yang justru minta sekolah saja yang siapkan,” katanya.

Hervina juga menegaskan bahwa pembayaran tidak harus lunas di awal, dan orang tua boleh memilih item mana yang ingin dibeli saja.

“Ada yang cuma ambil dua atau tiga item. Silakan. Bahkan ada yang kami beri waktu mencicil,” ujarnya.

Bagi siswa dari keluarga tidak mampu, apalagi yang masuk melalui jalur afirmasi, pihak sekolah membebaskan kewajiban membayar setelah melakukan identifikasi langsung bersama orang tua.

“Tidak semua wajib bayar. Kalau memang tidak mampu, kami bantu. Kami komunikasi langsung dengan orang tuanya,” kata Hervina. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved