Berita Kesehatan
Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai
Daging kurban pada umumnya memiliki kandungan zat yang baik untuk kesehatan. Namun, dengan kesalahan cara memasak, daging kurban ini berpotensi bisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/daging-sapi-kurban.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Idul Adha identik dengan daging kurban.
Daging kurban pada umumnya memiliki kandungan zat yang baik untuk kesehatan.
Namun, dengan kesalahan cara memasak, daging kurban ini berpotensi bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Baik dari cara mengolahnya hingga cara memasaknya.
Baca juga: BPJS Hewan dan Microchip untuk Satwa di Jakarta Bakal Dimulai 2026, Ini Tanggapan DPRD
Dilansir dari Tribunnews.com, Momen Idul Adha sering menjadi waktu penuh sukacita karena banyaknya daging hewan kurban yang diterima.
Namun, euforia tersebut tak jarang membuat kita lupa diri dalam mengonsumsi dan mengolah daging.
Tanpa disadari, pola makan yang tak terkontrol bisa berujung pada masalah kesehatan serius.
Dokter Penyakit Dalam di RS Muhammadiyah Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, dr Nindya Putri Permata Risadayu, Sp.PD mengatakan banyak keluhan yang muncul setelah Idul Adha.
Salah satunya karena berlebihan konsumsi daging.
Baca juga: Penari Erotis di Kafe Tasikmalaya Ternyata Lelaki, Polisi Turun Tangan Usai Video Viral
Gangguan pencernaan disebut menjadi keluhan terbanyak.
“Biasanya pasien habis Idul Adha atau hari raya kurban datang ke rumah sakit.
Pertama itu dari pencernaan, karena itu tadi dapat data porsi banyak, langsung dimasak saat itu juga.
Terus tidak ada jeda lah istilahnya, makannya itu cuma daging nasi," ujar Dokter yang biasa praktik di RS Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah ini saat talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Minggu (8/6/2025).
Baca juga: Diklaim Tahan Air dan Benturan, Simak Spesifikasi dan Harga HP Oppo A5 Pro 5G di Juni 2025
Selain masalah pencernaan seperti sembelit, nyeri perut dan susah BAB, sakit maag juga kerap muncul akibat mengonsumsi daging yang pedas dan bersantan.
Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang naik juga bisa muncul setelah Idul Adha.
Apalagi jika daging dikonsumsi dalam jumlah besar dan diolah dengan cara yang kurang sehat.
“Proses pengolahannya ini yang akan bisa menyebabkan kadar tekanan darahnya akan meningkat seperti itu.
Terus ada juga yang kadar kolesterolnya akan ikut juga meningkat juga setelah konsumsi banyak daging merah dalam waktu karena Idul kurban," ujarnya.
Baca juga: Turis dari Jerman Ikut Padati Wisata Hiu Paus Gorontalo di Momen Lebaran Idul Adha 2025
Meski kolesterol tidak naik secara instan, namun bagi orang yang sebelumnya tidak memantau kondisi kesehatannya, konsumsi daging kurban secara berlebihan bisa menjadi pemicu munculnya gejala yang sudah lama terpendam.
“Kolesterol sendiri tidak bisa langsung naik dalam waktu sekejap.
Misalnya, saya kok habis makan banyak daging seperti ini, jadi kolesterol saya naik.
Mungkin sebenarnya dia sudah ada kolesterolnya sudah tinggi tapi belum dipantau atau belum dicek atau tidak ada keluhan," ujarnya.
Kendati demikian dr Nindya menekankan bahwa daging bukanlah penyebab utama munculnya keluhan penyakit tersebut, melainkan cara dan jumlah konsumsinya.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Sosok Pengajar Anak-anak Afrika hingga Keluhan Warga Soal Jalan Rusak
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengolah daging dalam jumlah besar dan langsung dimakan sekaligus juga menjadi sorotan.
“Kita buru-buru segera mengolah semuanya dalam waktu sekejap. Semuanya ada yang diolah satu panci besar rendang, satu panci besar gulai, ada yang diolah dengan sate, dibakar berkali-kali. Itu yang bikin makanan yang kita dapat menjadi tidak sehat," jelasnya.
Ia pun memberikan beberapa saran praktis agar daging kurban bisa dikonsumsi lebih sehat dan aman bagi tubuh yakni memilih daging yang masih baik kualitasnya, potong kecil-kecil sebelum disimpan, memasak sesuai kebutuhan dan hindari penggunaan santan yang berulang.
Kemudian, masak santan baru setiap kali mengolah makanan serta hindari pembakaran berlebihan pada sate.
Gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus atau direbus serta memilih alat masak yang baik.
“Cara memasak kita itu juga perlu diperhatikan,” tutupnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Pola Makan Sehari-hari Berperan Besar Kendalikan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes |
|
|---|
| Klaim Trump Terpatahkan, Riset Global Nyatakan Paracetamol Aman untuk Ibu Hamil |
|
|---|
| Cek Kesehatan Gratis di Gorontalo Ungkap 1 dari 3 Peserta Alami Obesitas Sentral |
|
|---|
| 4 Faktor Penyebab Obat Mahal di Indonesia Menurut BPOM |
|
|---|
| Gorontalo Kekurangan Dokter Gigi, Hanya Ada 10 Layani Seluruh Faskes |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.