Berita Kesehatan

Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Daging kurban pada umumnya memiliki kandungan zat yang baik untuk kesehatan. Namun, dengan kesalahan cara memasak, daging kurban ini berpotensi bisa

Editor: Prailla Libriana Karauwan
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
IDUL ADHA - Ilustrasi daging kurban. Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai 

Apalagi jika daging dikonsumsi dalam jumlah besar dan diolah dengan cara yang kurang sehat.

“Proses pengolahannya ini yang akan bisa menyebabkan kadar tekanan darahnya akan meningkat seperti itu. 

Terus ada juga yang kadar kolesterolnya akan ikut juga meningkat juga setelah konsumsi banyak daging merah dalam waktu karena Idul kurban," ujarnya.

Baca juga: Turis dari Jerman Ikut Padati Wisata Hiu Paus Gorontalo di Momen Lebaran Idul Adha 2025

Meski kolesterol tidak naik secara instan, namun bagi orang yang sebelumnya tidak memantau kondisi kesehatannya, konsumsi daging kurban secara berlebihan bisa menjadi pemicu munculnya gejala yang sudah lama terpendam.

“Kolesterol sendiri tidak bisa langsung naik dalam waktu sekejap. 

Misalnya, saya kok habis makan banyak daging seperti ini, jadi kolesterol saya naik. 

Mungkin sebenarnya dia sudah ada kolesterolnya sudah tinggi tapi belum dipantau atau belum dicek atau tidak ada keluhan," ujarnya.

Kendati demikian dr Nindya menekankan bahwa daging bukanlah penyebab utama munculnya keluhan penyakit tersebut, melainkan cara dan jumlah konsumsinya.  

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Sosok Pengajar Anak-anak Afrika hingga Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengolah daging dalam jumlah besar dan langsung dimakan sekaligus juga menjadi sorotan.

“Kita buru-buru segera mengolah semuanya dalam waktu sekejap. Semuanya ada yang diolah satu panci besar rendang, satu panci besar gulai, ada yang diolah dengan sate, dibakar berkali-kali. Itu yang bikin makanan yang kita dapat menjadi tidak sehat," jelasnya. 

Ia pun memberikan beberapa saran praktis agar daging kurban bisa dikonsumsi lebih sehat dan aman bagi tubuh yakni memilih daging yang masih baik kualitasnya, potong kecil-kecil sebelum disimpan, memasak sesuai kebutuhan dan hindari penggunaan santan yang berulang.

Kemudian, masak santan baru setiap kali mengolah makanan serta hindari pembakaran berlebihan pada sate. 

Gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus atau direbus serta memilih alat masak yang baik.

“Cara memasak kita itu juga perlu diperhatikan,” tutupnya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved