Rabu, 4 Maret 2026

Berita Internasional

Gawat! Inggris Siaga Perang, PM Starmer Umumkan Peningkatan Militer Besar-besaran Hadapi Rusia

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengambil langkah drastis dengan mengumumkan peningkatan kesiapan militer Inggris ke level "siaga perang".

|
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gawat! Inggris Siaga Perang, PM Starmer Umumkan Peningkatan Militer Besar-besaran Hadapi Rusia
IVE
PERDANA MENTERI INGGRIS KEIR STARMER UMUMKAN KESIAPAN MILITER UNTUK PERANG HADAPI ANCAMAN RUSIA. 

Ia menegaskan bahwa aliansi NATO memiliki makna yang mendalam, bahwa Inggris tidak akan pernah bertempur sendirian, dan kebijakan pertahanan Inggris akan selalu mengutamakan NATO.

Transformasi pertahanan Inggris diharapkan menjadi kontribusi terbesar negara itu kepada NATO sejak pembentukannya, memperkuat sekutu, Eropa, dan hubungan dengan AS sebagai mitra pertahanan utama.

Perubahan ketiga adalah agar Inggris berinovasi dan berakselerasi dengan kecepatan masa perang untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan sebagai inovator tercepat di NATO.

Ini bukan berarti mengganti personel atau perangkat keras, melainkan mempelajari pelajaran dari Ukraina dan memastikan semua kemampuan bekerja bersama secara mulus, termasuk drone, kapal perusak, AI, dan pesawat, dengan target menciptakan tentara yang 10 kali lebih mematikan pada tahun 2035.

Pemerintah Inggris juga berencana memperluas armada kapal selam bertenaga nuklir bersenjata hingga 12 kapal SSN-AUKUS baru melalui kemitraan dengan Australia dan Amerika Serikat, serta menginvestasikan 15 miliar poundsterling dalam persenjataan nuklir Inggris.

Starmer sebelumnya telah berjanji untuk meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 2,5 persen dari PDB pada tahun 2027, dan pada akhirnya mencapai 3 persen .

Meskipun belum memberikan komitmen waktu yang pasti untuk mencapai 3 persen , ia menegaskan kembali bahwa Inggris adalah sekutu setia Ukraina dan perubahan yang dihasilkan dari kajian ini adalah cara terbaik untuk mencegah konflik lebih lanjut.

Inggris juga akan meningkatkan stok senjata konvensional hingga 7.000 senjata jarak jauh buatan dalam negeri.

Starmer menekankan bahwa mempersenjatai kembali negara akan menciptakan dividen pertahanan berupa ribuan pekerjaan manufaktur dengan gaji yang baik, berbeda dengan dividen perdamaian pasca-Perang Dingin yang mengalihkan dana dari pertahanan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved