Jumat, 6 Maret 2026

Berita Internasional

Gawat! Inggris Siaga Perang, PM Starmer Umumkan Peningkatan Militer Besar-besaran Hadapi Rusia

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengambil langkah drastis dengan mengumumkan peningkatan kesiapan militer Inggris ke level "siaga perang".

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gawat! Inggris Siaga Perang, PM Starmer Umumkan Peningkatan Militer Besar-besaran Hadapi Rusia
IVE
PERDANA MENTERI INGGRIS KEIR STARMER UMUMKAN KESIAPAN MILITER UNTUK PERANG HADAPI ANCAMAN RUSIA. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengambil langkah drastis dengan mengumumkan peningkatan kesiapan militer Inggris ke level "siaga perang".

Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap ancaman yang meningkat dari Rusia, yang dinilai semakin nyata dan mengkhawatirkan.

Berbicara di fasilitas pembuatan kapal angkatan laut BAE Systems di Govan, Glasgow, Starmer memaparkan tiga perubahan fundamental yang akan diterapkan sebagai tindak lanjut dari kajian pertahanan strategis negara tersebut.

"Pertama, tujuan utama angkatan bersenjata kita adalah untuk siap berperang," tegas Starmer dengan nada serius.

"Ketika kita diancam langsung oleh negara-negara dengan kekuatan militer canggih, cara paling efektif untuk mencegah mereka adalah dengan bersiap. Dan terus terang, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita siap, untuk mewujudkan perdamaian melalui kekuatan," lanjutnya.

Starmer juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel militer Inggris, menyebut mereka sebagai prajurit dan pelaut terbaik di dunia.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah memberikan kenaikan gaji terbesar dalam 20 tahun terakhir dan berjanji untuk mengakhiri penggerogotan angkatan bersenjata. 

Inggris juga akan membangun kekuatan tempur yang lebih terintegrasi, lebih siap, dan lebih mematikan, didukung oleh резерв strategis yang lebih kuat, terlatih penuh, dan siap dimobilisasi kapan saja.

Langkah Inggris ini muncul di tengah peringatan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendesak negara-negara Eropa untuk lebih bertanggung jawab atas keamanan mereka.

Pengumuman Starmer sendiri menyoroti era baru ancaman, termasuk perang di Ukraina, meningkatnya risiko nuklir, serangan siber harian, serta upaya untuk membalikkan penurunan pertahanan pasca-Perang Dingin. 

Ia secara khusus menunjuk agresi Rusia yang meningkat di perairan dan langit Inggris, menyalahkan tindakan sembrono mereka sebagai penyebab naiknya biaya hidup yang paling dirasakan oleh masyarakat pekerja.

"Ancaman yang kita hadapi sekarang lebih serius, lebih mendesak, dan lebih tidak terduga dibandingkan kapan pun sejak Perang Dingin," ujar Starmer dengan nada khawatir.

Pemerintah Inggris mengambil langkah ini sebagai respons terhadap kajian pertahanan strategis yang diprakarsai oleh Starmer dan dipimpin oleh George Robertson, mantan Menteri Pertahanan Inggris dan mantan Sekretaris Jenderal NATO.

Kajian ini merupakan yang pertama sejak tahun 2021. Starmer menyatakan bahwa pemerintah Partai Buruh akan menerima seluruh 62 rekomendasi dalam kajian tersebut, dengan tujuan membantu Inggris menghadapi ancaman yang berkembang di darat, udara, laut, dan dunia maya.

Perubahan kedua yang ditekankan Starmer adalah memastikan bahwa segala yang kita lakukan akan menambah kekuatan NATO.

Ia menegaskan bahwa aliansi NATO memiliki makna yang mendalam, bahwa Inggris tidak akan pernah bertempur sendirian, dan kebijakan pertahanan Inggris akan selalu mengutamakan NATO.

Transformasi pertahanan Inggris diharapkan menjadi kontribusi terbesar negara itu kepada NATO sejak pembentukannya, memperkuat sekutu, Eropa, dan hubungan dengan AS sebagai mitra pertahanan utama.

Perubahan ketiga adalah agar Inggris berinovasi dan berakselerasi dengan kecepatan masa perang untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan sebagai inovator tercepat di NATO.

Ini bukan berarti mengganti personel atau perangkat keras, melainkan mempelajari pelajaran dari Ukraina dan memastikan semua kemampuan bekerja bersama secara mulus, termasuk drone, kapal perusak, AI, dan pesawat, dengan target menciptakan tentara yang 10 kali lebih mematikan pada tahun 2035.

Pemerintah Inggris juga berencana memperluas armada kapal selam bertenaga nuklir bersenjata hingga 12 kapal SSN-AUKUS baru melalui kemitraan dengan Australia dan Amerika Serikat, serta menginvestasikan 15 miliar poundsterling dalam persenjataan nuklir Inggris.

Starmer sebelumnya telah berjanji untuk meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 2,5 persen dari PDB pada tahun 2027, dan pada akhirnya mencapai 3 persen .

Meskipun belum memberikan komitmen waktu yang pasti untuk mencapai 3 persen , ia menegaskan kembali bahwa Inggris adalah sekutu setia Ukraina dan perubahan yang dihasilkan dari kajian ini adalah cara terbaik untuk mencegah konflik lebih lanjut.

Inggris juga akan meningkatkan stok senjata konvensional hingga 7.000 senjata jarak jauh buatan dalam negeri.

Starmer menekankan bahwa mempersenjatai kembali negara akan menciptakan dividen pertahanan berupa ribuan pekerjaan manufaktur dengan gaji yang baik, berbeda dengan dividen perdamaian pasca-Perang Dingin yang mengalihkan dana dari pertahanan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved