Kecelakaan Tragis Gorontalo
Fakta-fakta Pengendara Tewas Dilindas Truk di Boalemo Gorontalo, Hartono Mopangga Gagal Manuver
Sejumlah fakta terungkap dalam insiden kecelakaan di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengendara-motor-tewas-dilindas-truk-di-Boalemo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam insiden kecelakaan di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Peristiwa ini terjadi pada pagi tadi di perbatasan Desa Lahumbo dan Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis (28/5/2025).
Berikut fakta-fakta seputar kecelakaan maut yang merenggut nyawa pengendara motor.
Identitas korban jiwa
Kecelakaan ini menelan korban jiwa. Pengendara motor bernama Hartono Mopangga tewas di lokasi kejadian.
Tubuh bagian perut Hartono hancur akibat dilindas truk.
Kronologi
Pagi itu, Hartono Mopangga mengendarai sepeda motornya yang bernomor polisi DM 3315 CO dari arah timur menuju barat.
Diduga kuat, tujuannya adalah Pasar Tilamuta untuk mengantarkan hasil panen ricanya. Ia melaju di belakang sebuah mobil truk yang bergerak searah di depannya.
Setibanya di ruas jalan yang dikenal dalam kondisi kurang baik Hartono nekat menyalip truk bernopol DN 8411 KN.
Padahal, sebagian sisi jalan ini tertimbun tanah dan menjadi sangat licin akibat hujan semalam.
Namun, tetap saja Hartono Mopangga menyalip truk di depannya dari sisi kiri.
Hartono gagal menyalip truk
Penyebab meninggalnya Hartono diduga kuat akibat korban gagal menyalip kendaraan lain.
Kondisi jalan licin juga berkontribusi besar dalam kejadian nahas ini.
Hartono Mopangga tak sanggup mengendalikan kendaraan akibat ban motornya oleng.
Tubuh Hartono dilindas roda belakang
Hartono yang terlempar ke jalur truk itu berakhir dilindas ban truk belakang.
Petani cabai itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi tubuh bagian atas dari badan.
Polisi bergerak cepat
Kapolsek Tilamuta, Iptu Dolvy Supratno, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.
"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat kami tiba, kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan luka berat yang sangat mengenaskan," ujarnya.
Pihak kepolisian Polres Boalemo saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kecelakaan maut ini.
Keterangan dari pengemudi truk dan saksi-saksi mata di lokasi kejadian akan menjadi kunci untuk mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tragedi ini.
Jenazah Hartono Mopangga telah dievakuasi ke Rumah Sakit Clara Gobel Boalemo untuk proses lebih lanjut.
Menjurut Kapolsek, kecelakaan tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat melintasi jalan dengan kondisi yang kurang baik dan cuaca buruk.
Demikian fakta-fakta yang berhasil dirangkum tim TribunGorontalo.com dari lokasi kejadian.
TribunGorontalo.com akan terus meng-update perkembangan kasus ini.
Adapun peristiwa ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara.
Bahaya menyalip truk dari sebelah kiri
Mengutip dari Kompas.com, pengendara motor sebaiknya tidak menyalip truk dari sebelah kiri.
Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, menyalip dari kiri seharusnya menjadi pilihan terakhir dalam situasi darurat, bukan kebiasaan harian.
Pasalnya, sisi kiri mobil adalah salah satu area titik buta (blind spot) yang tidak terlihat melalui spion standar.
"Menyalip dari kiri memang tidak dilarang dalam kondisi tertentu, seperti saat kendaraan di depan akan belok kanan. Tapi kalau dilakukan sembarangan, tanpa perhitungan jarak dan kecepatan, risikonya bisa sangat fatal," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (20/5/2025).
Agus menambahkan bahwa banyak pengendara motor yang terlalu percaya diri untuk masuk di sela-sela sempit antara trotoar dan mobil, tanpa memperhitungkan kemungkinan kendaraan utama akan bermanuver ke kiri.
Bahkan dalam kondisi lalu lintas padat, pengemudi mobil bisa membuka pintu tiba-tiba atau menepi mendadak, yang dapat mengakibatkan tabrakan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa menyalip dari kiri juga berpotensi mengganggu pejalan kaki yang melintas atau berdiri di trotoar.
Jika tidak berhati-hati, pengendara bisa membahayakan pengguna jalan lain, terutama di kawasan padat seperti perempatan, pasar, dan halte bus.
"Etika berkendara itu bukan hanya soal sopan santun, tapi juga soal keselamatan. Kalau sudah paham risikonya, sebaiknya hindari menyalip dari kiri kecuali sangat terpaksa," ujar Agus.
Sebagai solusi, Agus menyarankan pengendara motor untuk selalu menjaga jarak aman, menggunakan klakson seperlunya untuk memberi tanda, dan memperhatikan pergerakan kendaraan lain sebelum memutuskan menyalip, terutama dari sisi kiri.
"Kalau kita sabar satu detik saja, bisa selamat berjam-jam di perjalanan. Berkendara bukan soal cepat, tapi soal selamat," kata Agus.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com
(TribunGorontalo.com/Kompas.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.