Kamis, 5 Maret 2026

Berita Viral

VIRAL INTERNASIONAL: Influencer Asal Meksiko Ditembak Saat Live Streaming di TikTok

Seorang influencer bernama Valeria Marquez di Zapopan, Meksiko tewas disaat lagi live streaming.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto VIRAL INTERNASIONAL: Influencer Asal Meksiko Ditembak Saat Live Streaming di TikTok
INSTAGRAM/v___marquez
BEAUTY INFLUENCER DITEMBAK - Tangkapan layar dari foto yang menunjukkan seorang influencer alias pesohor media sosial bernama Valeria Marquez asal Negara Bagian Jalisco, Meksiko. Marquez ditembak mati ketika sedang siaran langsung atau live streming di TikTok.(INSTAGRAM/v___marquez) 

Direktur Human Rights Watch wilayah Amerika, Juanita Goebertus, menyampaikan kepada CNN bahwa pada tahun 2022, sekitar 4.000 perempuan dibunuh di Meksiko, mewakili 12 persen dari total kasus pembunuhan di tahun itu. 

Namun, hanya sekitar 67 persen kasus yang berhasil sampai pada tahap putusan hukum.

Baca juga: Sofyan Puhi Bupati Gorontalo Gelar Rapat Evaluasi dengan Perusahaan Retail, Syaratkan Ikuti Aturan

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar adalah meningkatkan kapasitas otoritas untuk menyelidiki kasus serta melindungi korban dan saksi.

Sementara itu, akun Instagram pribadi Marquez kini dipenuhi komentar dari para pengikutnya yang mengungkapkan duka dan rasa kehilangan.

 “Kasus ini benar-benar menyentuh hati saya... Kejahatan yang ada di hati manusia, rasa iri, dan kehilangan jati diri sungguh tak masuk akal,” tulis salah satu pengikutnya.

“Ini sangat menyedihkan. Video-videonya sangat menginspirasi,” tulis pengikut lain.

Baca juga: Tonny Junus Terpilih Jadi Ketua LPTQ, Berkomitmen Kembangkan Sektor Keagamaan di Kabupaten Gorontalo

Meskipun pemerintah Meksiko telah mengesahkan berbagai undang-undang untuk memerangi kekerasan berbasis gender, tingkat femicide di negara tersebut tetap menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Sosiolog Paulina Garcia-Del Moral dari University of Guelph, Kanada, mengaitkan tingginya kekerasan terhadap perempuan dengan budaya machismo, seksisme yang mendalam, serta kegagalan institusi dalam mengatasi dan mengakui peran mereka dalam melanggengkan kekerasan terhadap perempuan.

"Masih banyak pria di Meksiko—dan di wilayah Amerika Latin serta berbagai belahan dunia lain—yang merasa berhak atas tubuh perempuan," ujar Dr. Garcia-Del Moral.

"Pola pikir seperti ini terbukti sangat kuat dan sulit untuk diubah," sambungnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved