Paskibraka Nasional 2025
BREAKING NEWS: Siswa SMA Boalemo Gorontalo Ikut Seleksi Paskibraka Level Nasional
Setelah penantian panjang selama sembilan tahun, Boalemo, Gorontalo, bisa mengirimkan putra terbaiknya ikut seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (P
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CALON-PASKIBRARKA-Sebanyak-125-siswa-dan-siswi-terbaik-dari-berbagai-SMASMK-di-Kabupaten-Boalemo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo - Setelah penantian panjang selama sembilan tahun, Boalemo, Gorontalo, bisa mengirimkan putra terbaiknya ikut seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Rahmat Hidayat, seorang siswa kelas 10 dari SMA Negeri 1 Wonosari, berhasil menjadi satu-satunya utusan Boalemo.
Ia mampu menembus ketatnya seleksi di tingkat Provinsi Gorontalo dan kini melangkah di panggung nasional.
Keberhasilan Rahmat ini menjadi harapan baru bagi Boalemo, yang terakhir kali mengirimkan perwakilan ke tingkat nasional pada tahun 2016.
Baca juga: Harga Bahan Pokok Di Gorontalo Utara, Belum Adanya Penurunan, Cabai Masih Berkisar Rp80 Per Kilogram
Perjalanan Rahmat menuju titik ini tidaklah mudah. Sejak awal, ia telah berniat menjadi bagian dari Paskibraka nasional dan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh, baik dari segi fisik maupun mental.
"Rahmat ini anak yang sangat gigih. Ia rajin hadir saat latihan, selalu disiplin, dan cepat menyerap materi. Karakter seperti ini yang sangat kami butuhkan," ungkap Ucok Alwi, Pembina sekaligus Panitia Seleksi Paskibraka Boalemo, Sabtu (10/5/2025).
Ucok menggambarkan dedikasi Rahmat. Ucok menambahkan bahwa Rahmat menunjukkan performa yang luar biasa di setiap tahapan seleksi.
Rahmat bahkan mampu melewat ujian fisik yang menguras tenaga, tes minat dan bakat yang menguji potensi diri, hingga wawasan kebangsaan yang mengukur kecintaannya pada tanah air.
Rahmat merupakan putra dari pasangan petani sederhana, Maslur dan Sariah.
Di sela-sela kesibukan sekolahnya, ia tak segan membantu orang tuanya mengurus ternak dan menggarap sawah.
Baca juga: BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo Perkenalkan Kanal Layanan Tatap Muka dan Non Tatap Muka
Namun, keterbatasan ekonomi keluarga tak pernah mampu meruntuhkan semangatnya untuk meraih cita-cita.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak petani dari desa juga bisa berprestasi di tingkat nasional. Alhamdulillah, semua usaha dan doa orang tua tidak sia-sia," tutur Rahmat penuh haru melalui sambungan telepon.
Tak hanya berprestasi di akademik dan memiliki semangat juang yang tinggi, Rahmat juga aktif di bidang non-akademik.
Ia tercatat sebagai pelatih silat di perguruan Kera Sakti di desanya.
Aktivitas bela diri ini diyakini telah menempa disiplin, ketahanan fisik, serta jiwa kepemimpinan yang menjadi modal penting bagi seorang calon Paskibraka nasional.