Bantuan Pendidikan

Guru Belum S1 Akan Dapat Bantuan Rp 3 Juta per Semester, Begini Kata Mendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memberikan bantuan kepada guru yang ingin melanjutkan pendidikan D4 atau S1.

Editor: Fadri Kidjab
Freepik
BANTUAN PENDIDIKAN - Ilustrasi guru. Pemerintah melalui Kemendikdasmen akan memberikan bantuan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan D4 atau S1. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memberikan bantuan kepada guru yang ingin melanjutkan pendidikan D4 atau S1.

Melansir dari Kompas.com, Selasa (29/4/2025), bantuan itu berupa dana sebesar Rp 3 juta per semester.

"Sudah kami sepakati untuk per semester, satu orang guru yang nanti mendapat bantuan ini, itu Rp 3 juta, untuk program D4 atau S1, yang belum D4 atau S1," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, sebagaimana dikutip Kompas.com, Senin (28/4/2025).

Kendati demikian, Mu'ti menegaskan sampai saat ini pihaknya masih menghitung jumlah pasti berapa banyak guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1.

Targetkan bantu 57.000 guru yang belum kualifikasi D4-S/1

Namun ia mengatakan, nantinya kebijakan bantuan untuk guru menempuh pendidikan D4 dan S1 rencananya akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

"Rencana untuk memberikan bantuan pendidikan untuk guru yang belum D4 atau S1, ini sedang kita hitung jumlah penerimanya," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, pemerintah menargetkan membantu 57.000 guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1 pada tahun 2025. 

Hal itu diungkapkan Abdul Mu'ti pada Milad ke-112 Muhammadiyah di SD Muhammadiyah Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (18/1/2025) lalu.

"Kementerian akan memberikan bantuan kepada 57.000 guru tahun ini untuk meningkatkan kualifikasinya," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (20/1/2025). 

Prof. Mu'ti mengatakan, saat ini ada lebih dari 249.000 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. 

Oleh karena itu akan diberikan bantuan pemenuhan kualifikasi. Pemerintah juga fokus pada peningkatan kesejahteraan guru yang dilakukan melalui peningkatan tunjangan sertifikasi.

Demikian juga pemerintah berupaya meringankan beban administratif guru. 

“Guru tidak perlu lagi mengunggah laporan kinerja secara mandiri, karena pelaporan akan dilakukan oleh kepala sekolah," ucap dia.

Baca juga: Terdakwa Kasus Korupsi Timah Rp 300 T Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Ini Sosoknya

Presiden RI beri tunjangan bagi guru non-ASN

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberi tunjangan tambahan untuk guru Non-ASN.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lalu Hadrian Irfani.

Melansir dari Kompas.com via KompasTV, terkait tunjangan tambahan akan diumumkan oleh Presiden Prabowo tepat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yakni 2 Mei 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved