Jumat, 6 Maret 2026

Kasus Korupsi Timah

Terdakwa Kasus Korupsi Timah Rp 300 T Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Ini Sosoknya

Satu terdakwa kasus korupsi timah yang merugikan negara Rp 300 triliun meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Terdakwa Kasus Korupsi Timah Rp 300 T Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Ini Sosoknya
Tribunnews.com
MENINGGAL DUNIA - Potret Direktur PT Refined Bangka Tin Suparta terdakwa kasus korupsi pengelolaan timah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/12/2024). Terbaru, Suparta dikabarkan meninggal dunia. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Satu terdakwa kasus korupsi timah yang merugikan negara Rp 300 triliun meninggal dunia.

Ia adalah Suparta. Terdakwa yang sempat menikmati hasil korupsi timah senilai Rp 4,5 triliun.

Melansir pemberitaan Tribunnews.com, Suparta menghembuskan napas terakhirnya di Cibinong Bogor sekira pukul 18.05 WIB, Senin (28/4/2025).

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian Suparta.

"Penyebab meninggalnya belum ada info," ujarnya kepada wartawan, Senin malam.

Lantas, siapa Suparta sebenarnya?

Sosok Suparta

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Bangkapos.com, Suparta tidak familiar di masyarakat Bangka Belitung.

Tetapi nama Suparta lebih banyak dikenal di kalangan sesama pebisnis tambang timah.

Namanya mencuat dan baru diketahui setelah Kejaksaan Agung mengusut kasus korupsi Timah yang menyeret Suparta.

Suparta diketahui menjabat sebagai Direktur PT Refined Bangka Tin (RBT).

Suparta merupakan pemegang saham utama PT RBT dengan total kepemilikan saham 73 persen.

Suparta memiliki saham 73 persen di smelter yang berlokasi di Sungailiat, Kabupaten Bangka Tersebut.

Suparta melalui PT RBT disebut menerima aliran dana korupsi senilai Rp 4,5 triliun.

Angka tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan terdakwa lainnya.

Berteman Dengan Harvey Moeis

Selain itu, Suparta dikenal berteman sejak lama dengan suami Sandra Dewi, Harvey Moeis yang sebelumnya sama-sama aktif di bisnis batubara sejak kurun 2012-2013.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved