Berita Kota Gorontalo
Pedagang di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo Menolak Pindah: Jangan Usir Kami
Rencana relokasi pedagang non-ikan dari kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tenda, Kota Gorontalo, memicu penolakan keras dari para pedagang rempah y
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEDAGANG-DI-PELELANGAN-Herdi-Igirisa-salah-satu-pedagang-rempah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rencana relokasi pedagang non-ikan dari kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tenda, Kota Gorontalo, memicu penolakan keras dari para pedagang rempah yang telah lama berjualan di sana.
Melalui imbauan resmi yang dikeluarkan UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, seluruh pedagang diminta mengosongkan area tersebut paling lambat pada Rabu, 30 April 2025.
Namun, para pedagang menyatakan keberatan dan meminta pemerintah mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.
Salah satu pedagang rempah, Herdi Igirisa, menilai keputusan relokasi diambil tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pedagang rempah justru berperan penting dalam mendukung aktivitas nelayan.
"Nelayan sering berutang rempah kepada kami dan baru membayar setelah mendapatkan hasil tangkapan. Kami ini mendukung kegiatan nelayan, bukan mengganggu," ujar Herdi, Senin (28/4/2025).
Menurut Herdi, posisi lapak mereka pun tidak mengganggu jalur bongkar muat ikan.
Ia menilai relokasi semestinya menyasar pedagang yang berjualan di pinggir jalan kota, bukan mereka yang sudah bertahun-tahun beraktivitas di area TPI.
"Kami berjualan agak jauh dari jalur utama pembongkaran ikan. Harusnya yang di pinggir jalan yang ditertibkan, bukan kami," tambahnya.
Herdi juga mengingatkan soal janji politik gubernur terdahulu, Gusnar Ismail, yang pernah berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di Gorontalo.
"Kalau begini caranya, bukan mengurangi kemiskinan, malah memperbanyak orang yang terpaksa mencuri untuk hidup," kritik Herdi.
Penolakan ini juga didukung oleh ratusan masyarakat dari wilayah sekitar seperti Pohe, Tanjung, dan Pabean, termasuk para nelayan.
Herdi mengklaim, sekitar 75 persen nelayan di kawasan itu mendukung agar pedagang rempah tetap diizinkan berjualan di TPI Tenda.
Saat ini, para pedagang berharap ada kebijakan yang lebih bijak dari pemerintah provinsi, agar mereka tetap bisa beraktivitas dan melanjutkan peran mereka dalam menopang denyut ekonomi masyarakat pesisir Gorontalo.
Pedagang Ikan Ecer Juga Menolak