Senin, 16 Maret 2026

Berita Kabupaten Boalemo

Baru 3 Bulan Lalu Dibersihkan, Kawasan Hutan Mangrove Boalemo Gorontalo Kembali Dipenuhi Sampah

Tumpukan sampah kembali mencemari kawasan hutan lindung mangrove di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta

Tayang:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Baru 3 Bulan Lalu Dibersihkan, Kawasan Hutan Mangrove Boalemo Gorontalo Kembali Dipenuhi Sampah
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
TUMPUKAN SAMPAH - Potret area hutan mangrove di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Minggu (20/4/2025). Kawasan konservasi ini kembali dipenuhi tumpukan sampah. 

“Kita sudah bersihkan lima bulan lalu, bahkan dengan melibatkan komunitas, pelajar, dan warga. Tapi memang masalah utama adalah kesadaran. Kalau masyarakat masih anggap remeh buang sampah sembarangan, ya begini lagi jadinya,” kata Roswita.

Ia menambahkan, pihaknya tengah menyusun langkah lanjutan untuk mengatasi persoalan sampah. 

DLH Boalemo menyediakan tempat sampah tambahan di sekitar pelabuhan dan TPI, serta memasang papan larangan buang sampah.

“Kita juga akan dorong peran aktif pemerintah desa, aparat pelabuhan, dan pengelola TPI. Harus ada sistem bersama, karena kalau dibiarkan, kawasan lindung ini bisa rusak total,” ujarnya.

Roswita menekankan bahwa pelestarian kawasan mangrove tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi seluruh elemen masyarakat. 

Ia berharap warga maupun pengunjung lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan.

Selain sebagai benteng alami dari abrasi, hutan mangrove juga berperan penting sebagai habitat bagi berbagai biota laut. Termasuk kepiting bakau dan ikan kecil yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

“Kalau rusak, bukan hanya lingkungan yang rugi, nelayan juga terdampak. Ikan makin sedikit, tangkapan menurun. Jadi ini urusan bersama, bukan hanya soal kebersihan tapi soal kelangsungan hidup,” jelasnya.

Saat ini warga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah, termasuk pengawasan yang lebih rutin dan edukasi lingkungan di sekolah serta komunitas nelayan. 

Mereka tak ingin kawasan yang indah ini terus menerus menjadi tempat pembuangan akhir.

Jika tak ada perubahan dalam pola pikir masyarakat, bukan tidak mungkin kawasan hutan mangrove di Pentadu Timur akan kehilangan fungsinya sebagai pelindung dan penyokong kehidupan masyarakat pesisir Boalemo.

 

(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved