Jumat, 13 Maret 2026

Berita Kabupaten Boalemo

Baru 3 Bulan Lalu Dibersihkan, Kawasan Hutan Mangrove Boalemo Gorontalo Kembali Dipenuhi Sampah

Tumpukan sampah kembali mencemari kawasan hutan lindung mangrove di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta

Tayang:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Baru 3 Bulan Lalu Dibersihkan, Kawasan Hutan Mangrove Boalemo Gorontalo Kembali Dipenuhi Sampah
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
TUMPUKAN SAMPAH - Potret area hutan mangrove di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Minggu (20/4/2025). Kawasan konservasi ini kembali dipenuhi tumpukan sampah. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tumpukan sampah kembali mencemari kawasan hutan lindung mangrove di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo

Kondisi ini memicu kekecewaan warga, mengingat lokasi ini baru saja dibersihkan tiga bulan lalu dalam aksi gotong royong.

Sampah-sampah berupa plastik, botol bekas, styrofoam, hingga limbah rumah tangga berserakan di antara akar-akar mangrove.

Padahal, kawasan ini dikenal sebagai zona konservasi, di mana mangrove menjadi pencegah abrasi.

Ironisnya, titik pembuangan liar itu terletak tidak jauh dari tempat pelelangan ikan (TPI) dan pelabuhan Tilamuta.

Dua lokasi ini setiap hari dipadati warga, nelayan, dan pedagang dari berbagai daerah yang melakukan aktivitas bongkar muat dan transaksi jual beli hasil tangkapan laut.

Menurut Rahman Pakaya, warga Pentadu Timur, keberadaan sampah ini bukan sepenuhnya berasal dari masyarakat lokal. 

Sebagian besar diduga dibuang oleh orang luar yang beraktivitas di pelabuhan dan TPI, tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

“Malu kita, padahal waktu itu semua warga turun bersih-bersih. Tapi sekarang lihat sendiri, kayak belum pernah disentuh. Kita capek bersih-bersih, orang lain buang seenaknya,” keluh Rahman saat ditemui Minggu (20/4/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja 13 Tahun Tewas usai Kecelakaan di Jalan By Pass Bone Bolango Gorontalo

Sebelumnya, kata Rahman, kawasan mangrove ini pernah dijadikan lokasi edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah. 

Namun kini lingkungannya berbau tak sedap sehingga siapa pun takkan nyaman berlama-lama di tempat tersebut.

Pendapat serupa dilontarkan oleh Sitti Djalumang Pakaya.

Ia menyebut warga lokal justru rajin melakukan pembersihan secara berkala meski sampah terus berdatangan.

“Kami sering bersihkan, terutama kalau sudah terlalu parah. Tapi ya percuma juga kalau dari luar tetap seenaknya buang sampah. Harus ada sanksi atau pengawasan lebih tegas,” ujar Sitti.

Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja 13 Tahun Tewas usai Kecelakaan di Jalan By Pass Bone Bolango Gorontalo

Tanggapan DLH

Kepala DLH, Roswita S. Manto, mengonfirmasi bahwa kawasan tersebut memang sudah dibersihkan sekitar lima bulan lalu dalam program lingkungan terpadu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved