Pengobatan Sesat Gorontalo
Viral Pengobatan Menyimpang di Gorontalo, Anak-anak Dicukur Botak hingga Dimandikan Air Cabe
Praktik dugaan pengobatan menyimpang baru-baru ini diviralkan oleh seorang pengguna Facebook dan dikirimkan ke redaksi TribunGorontalo.com, Kamis (17/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2025-04-17_PENGOBATAN-MENYIMPANG-GORONTALO.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Praktik dugaan pengobatan menyimpang baru-baru ini diviralkan oleh seorang pengguna Facebook dan dikirimkan ke redaksi TribunGorontalo.com, Kamis (17/4/2025).
Dugaan ini direkam dan diunggah ke media sosial Facebook oleh akun Miranti Salim Abdullah pada Rabu (16/4/2025).
Video berdurasi 11 menit 31 detik itu pun viral. Menampilkan dugaan praktik ilmu sesat di sebuah tempat yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo.
Dalam unggahannya, Miranti Salim Abdullah menuliskan keterangan yang cukup menghebohkan.
Baca juga: Facebook Diakui Telah Berubah, Dulu untuk Pertemanan Kini jadi Ladang Konten dan Cari Cuan
Ia menyebut tempat tersebut sebagai "tempat biadab" dan "ilmu sesat," serta mengaku bahwa dirinya dan keluarganya telah menjadi korban.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa om dan tantenya beserta anak-anak mereka menjadi korban praktik tersebut.
Ciri-cirinya seperti rambut digunduli habis, makan hanya satu kali sehari, dimandikan air campuran cabai (rica), hingga dilarang berkomunikasi dengan keluarga di luar tempat tersebut.
"Vidio ini sengaja saya bagikan agar tidak ada orang lain lagi yang jadi korban. Cukup saya dan keluarga kami yang menjadi korban dan memetik pembelajaran dari tempat BIADAB ini," tulis Miranti dalam keterangannya.
Ia juga berharap pihak kepolisian setempat dapat mengadili pelaku dengan seadil-adilnya.
Hingga berita ini dikutip, video tersebut telah mendapatkan 3,4 ribu likes, 797 komentar, dan 478 ribu tayangan di Facebook.
Baca juga: Diungkap Rektor UNG, Regina Malaka Mahasiswa Gorontalo yang Gugur saat KKN Rupanya Anak Tunggal
Pantauan dalam video menunjukkan dua orang yang berboncengan sepeda motor memperlihatkan perjalanan menuju lokasi yang diduga menjadi tempat praktik tersebut.
Sang perekam terdengar dan terlihat menunjukkan rasa takut dan waswas, yang juga tercermin dalam keterangan video.
Tidak sampai satu menit perjalanan, mereka tiba di sebuah rumah bercat oranye.
Awalnya hanya melewati, namun kemudian mereka masuk ke dalam pekarangan rumah tersebut.
Di dalam, terlihat beberapa anak-anak dalam kondisi kepala botak.