Mahasiswa UNG Hanyut
Diungkap Rektor UNG, Regina Malaka Mahasiswa Gorontalo yang Gugur saat KKN Rupanya Anak Tunggal
Duka mendalam civitas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) atas wafatnya tiga mahasiswi Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAHASISWA-GEOLOGI-Rektor-UNG-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Duka mendalam civitas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) atas wafatnya tiga mahasiswi Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Ketika mahasiswa itu terseret arus sungai saat menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (15/4/2025).
Salah satu korban, Regina Malaka (21), berasal dari Desa Taduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Regina adalah anak tunggal dalam keluarganya. Hal ini pun jadi sebuah kenyataan yang menambah luka mendalam atas kepergiannya.
Baca juga: Kronologi Mahasiswa KKN Gorontalo Hanyut di Sungai Bulawa, Ternyata Penelitian di Pegunungan
“Regina satu-satunya anak dari orang tuanya. Kehilangan ini tentu sangat berat bagi keluarga, dan bagi kami di kampus, ini juga pukulan yang menyakitkan,” ungkap Rektor UNG, Eduart Wolok, saat diwawancarai Rabu (16/4/2025).
Eduart mengenang Regina sebagai pribadi yang cerdas, aktif, dan sangat berdedikasi, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik.
Ia menyebut, Regina dan dua korban lainnya, Sri Magferah Mamonto serta Alfateha Ahdania Ahmadi, merupakan mahasiswa-mahasiswa terbaik yang dimiliki UNG.
“Mereka bukan hanya mahasiswa biasa, mereka adalah mahasiswa terbaik, anak-anak yang cerdas dan aktif. Kami sangat bangga sekaligus sangat kehilangan,” lanjutnya.
Pihak kampus telah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para korban.
Hal itu sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas ilmiah di lapangan.
“Saya menyempatkan diri untuk bertakziah langsung ke rumah duka, termasuk ke rumah orang tua Regina," kata Eduart.
"Kami ingin hadir, menyampaikan empati secara langsung, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” tambah Eduart.
Baca juga: Tangisan Isman Pakaya Ayah Mahasiswa KKN yang Selamat: Tolong, Jangan Lagi KKN Jauh dari Kampus
Selain memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan layak dan hormat, Eduart juga mengatakan pihaknya tengah memantau kondisi tujuh mahasiswa lain yang selamat.
Menurut Eduart kunjungan bukan hanya soal duka, tapi juga soal tanggung jawab pihaknya sebagai institusi.
"Sebagai institusi, kami merasa bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi,” tukasnya.